Pilu! Gadis di Jember Bunuh Diri Diduga Depresi Pinjaman Online

Diduga depresi tagihan pinjaman online (pinjol), seorang gadis berinisial ER (23), warga Desa Balung Lor kecamatan Balung, Kabupaten Jember, nekat mengakhiri hidupnya.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Sabtu, 21 Agustus 2021 | 14:09 WIB
Pilu! Gadis di Jember Bunuh Diri Diduga Depresi Pinjaman Online
Ilustrasi Bunuh diri depresi tagihan pinjol atau pinjaman online. [Unsplash/Eva Blue]

SuaraMalang.id - Diduga depresi pinjaman online (pinjol), seorang gadis berinisial ER (23),  warga Desa Balung Lor kecamatan Balung, Kabupaten Jember, nekat mengakhiri hidupnya.

Diketahui, gadis tersebut seorang karyawan bagian farmasi salah satu rumah sakit di Jember. Tubuhnya ditemukan dalam posisi tergantung di depan pintu kamar rumahnya. Korban diduga mendapatkan ancaman dari oknum penagih pinjol melalui aplikasi percakapan.

"Ini diketahui dari surat wasiat dan percakapan chating whatsapp milik korban, yang ditemukan oleh tetangganya yang ikut mengevakuasi korban," kata Ketua RW setempat, Darto, Sabtu (21/8/2021).

Dijelaskannya, peristiwa bunuh diri itu terjadi pada Jumat (20/8/2012) sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Saksi pertama kali yang menemukan adalah ibu korban sendiri.

Baca Juga:Menkominfo Apresiasi Pernyataan Bersama 5 Lembaga Lawan Pinjol Ilegal

Persisnya, sepulang kerja ibu korban melihat anaknya tergantung di pintu dengan seutas tali. Sontak sang ibu berteriak.

Mendengar ada teriakan, para tetangga langsung berdatangan. Sempat juga dilakukan pertolongan pertama.

"Saya diberitahu bu Heni (tetangga samping rumah korban), saya langsung datang. Setelah sampai di sana korban sudah diturunkan di lantai,"katanya.

"Warga terlihat mengupayakan pertolongan pertama berharap korban masih bisa diselamatkan, namun korban sudah meninggal dunia," sambungnya.

Darto kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Balung Lor. Ketika dicek handphone korban ternyata ada pesan bernada ancaman diduga dari pihak pinjol. Meski demikian, Ia tak tahu persis kalimat ancamannya.

Baca Juga:Berantas Pinjol Ilegal, 5 Lembaga Umumkan Komitmen Bersama

"Saya melihat mbak Heni membaca surat wasiat, tapi saya tidak ikut baca. Juga HP korban, ada riwayat percakapan korban dengan oknum penagih Pinjol, ada ancaman. Namun saya  tidak sampai membacanya,  karena langsung diserahkan ke Polisi," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini