alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Heboh Kabar Lumajang Zona Hitam, Begini Penjelasan Dinas Kesehatan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 13 Juli 2021 | 17:41 WIB

Heboh Kabar Lumajang Zona Hitam, Begini Penjelasan Dinas Kesehatan
Ilustrasi Covid-19. Heboh Kabar Lumajang Zona Hitam, Begini Penjelasan Dinas Kesehatan. (Elements Envato)

Warga Kabupaten Lumajang dihebohkan informasi tentang zona hitam

SuaraMalang.id - Kabar tentang Lumajang Zona Hitam menghebohkan warga setempat dalam beberapa hari terakhir ini. Merespon itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat tetap tenang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr. Bayu Wibowo Ignasius menjelaskan, bahwa status zona hitam yang dimaksud adalah masih tingginya tingkat mobilitas masyarakat pada wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali.

"Jadi, bukan pada peningkatan kasus pasien COVID-19. Kami meluruskan kabar yang beredar bahwa Lumajang berstatus zona hitam bukan terkait kasus COVID-19, namun zona penurunan mobilitas," katanya dikutip dari Antara, Selasa (13/7/2021).

"Penurunan tingkat mobilitas di bawah 10 persen akan masuk ke dalam kategori zona hitam, sedangkan di atas 10 persen masuk kategori zona merah, sementara di atas 20 persen masuk zona kuning, di atas 30 persen masuk zona hijau terkait mobilitas PPKM darurat," imbuhnya.

Baca Juga: Dokter Lois Ditangkap, dr Tirta Dihujat: Ga Usah Petantang Petenteng

Dijelaskannya, wilayah yang belum menjalankan PPKM darurat secara efektif maka berstatus zona hitam. Maka, menurutnya, perlu dilakukan operasi pembatasan yang ketat untuk mengurangi mobilitas masyarakatnya.

"Baik kalau penurunan mobilitas di atas 20 persen dan untuk menekan mobilitas, maka masyarakat diimbau harus di rumah saja," katanya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, ada sekitar 10 wilayah di Jawa Timur yang masih belum mampu menurunkan mobilitas warganya hingga hari ke-8 pelaksanaan PPKM darurat.

"Ada 10 Polres di Jawa Timur yang belum mampu menurunkan mobilitas warganya termasuk Lumajang. Jawa Timur yang dinilai masih ramai di antaranya Kabupaten Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan dan Sidoarjo, dan ada beberapa daerah lainnya," katanya.

(Antara)

Baca Juga: Dokter Lois Ditangkap Polisi, Begini Penjelasan dr Tirta

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait