“Harusnya bukan dengan melayangkan surat protes, kurang tepat itu. Tapi dengan cara menandingi kegiatan edukatif lalu minta Pemkab Malang memberikan fasilitasi juga, tapi dengan catatan fasilitasi yang diminta bukan bantuan duit tapi kemudahan akses bagi peserta lomba,” papar Adeng yang juga Ketua Baguna DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang itu.
Adeng menghimbau, agar juru bicara DPC PKB Kabupaten Malang, membiasakan tabayun serta tidak asal melayangkan kritik.
“Jangan keburu teriak jika datanya kurang. Biasakan tabayun. Karena kritik tanpa data menghasilkan bunyi yang fals macam knalpot prong. Kata Gus Dur, orang yang tidak paham lalu ikutan bicara hanya bikin ruwet, nah kalau beliau PKB Kader Gus Dur, pasti paham dengan pernyataan Gus Dur itu,” tegas Adeng.
Terakhir, Adeng mengajak PKB Kabupaten Malang bersama-sama membangun Kabupaten Malang agar bisa makmur.
Baca Juga:Giliran Wakil Kepala SMKN 10 Malang Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi
“Saya tahu kekalahan dalam Pilkada kemarin masih menyisakan bekas. Tapi demi menuju malang makmur ayo bangkit, kita move on,” Adeng mengakhiri.
Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara PKB Kabupaten Malang, Ali Murtadho, melayangkan surat protes pada Bupati Malang HM Sanusi.
Protes itu merespon surat imbauan Sekda Kabupaten Malang kepada Camat dan Kepala Desa agar memfasilitasi Lomba Film Pendek “Profil Desa Pancasila” yang dihelat PDIP.