alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bahaya COVID-19 Masih Mengancam, Wiku: Silaturahmi Virtual Saja

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 07 Mei 2021 | 03:00 WIB

Bahaya COVID-19 Masih Mengancam, Wiku: Silaturahmi Virtual Saja
Ilustrasi orang berjabat tangan. (Pixabay)

Wiku menyarankan, supaya warga menganti tradisi silaturahmi fisik menjadi silaturhami secara virtual

SuaraMalang.id - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mewanti-wati warga agar tidak silaturahmi secara langsung saat Lebaran atau Idul Fitri. Lantaran pandemi COVID-19 masih membahayakan kesehatan.

Wiku menyarankan, supaya warga menganti tradisi silaturahmi fisik menjadi silaturhami secara virtual untuk mengurangi risiko penularan COVID-19. Hal itu juga menjadi dasar utama dikeluarkannya kebijakan larangan mudik 6 - 17 Mei 2021. 

"Silakan melakukan silahturahmi secara virtual dan ini adalah pola baru karena dalam kondisi bahaya. Jangan melakukan mudik karena mau silahturahmi fisik," katanya dikutip dari TIMES Indonesia jaringan Suara.com, Kamis (6/5/2021).

Wiku mendorong agar semua pihak mematuhi larangan mudik tersebut. Pihaknya juga meminta informasi larangan mudik terus disebarkan kepada masyarakat lain demi mencegah potensi kenaikan kasus akibat perjalanan mudik.

Baca Juga: Silaturahmi Virtual, Ini Cara Menghadapi Pertanyaan Rutin Saat Lebaran!

Sementara, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati meminta agar masyarakat untuk tidak nekat melakukan mudik Lebaran menggunakan travel gelap atau tidak resmi.

Adita mengatakan menggunakan jasa travel tidak resmi justru akan merugikan penumpang, karena tidak ada jaminan asuransi dan tidak ada pengawasan penerapan protokol kesehatan.

"Kita ingatkan kepada anggota masyarakat jangan tergiur, jangan terbujuk oleh travel gelap. Karena dampaknya kepada kita sendiri akan berat, akan repot apalagi ketika tertangkap dan ditahan," tegasnya.

Perlu diingat, larangan silaturahmi fisik dan menaati larangan mudik lebaran oleh Satgas Covid-19 untuk mencegah klaster penyebaran Covid-19 di Indonesia. 

Baca Juga: Blak-blakan! Nadiem Ungkap Permasalahan Sekolah Online Selama Pandemi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait