alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BMKG Catat 8 Kali Gempa Aftershocks di Malang

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Minggu, 11 April 2021 | 10:32 WIB

BMKG Catat 8 Kali Gempa Aftershocks di Malang
BMKG mencatat ada 8 kali gempa susulan pasca gempa magnitudo 6,1 di Malang. [Foto: Twitter/@DaryonoBMKG]

Ia melanjutkan, gempa susulan pagi ini tidak berpotensi tsunami karena kekuatannya yang relatif kecil untuk dapat menjadi gempa pembangkit tsunami.

SuaraMalang.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 8 kali gempa susulan atau aftershocks di Malang, Jawa Timur, hingga Minggu (11/4/2021) pagi. Kekuatannya magnitudo 3,1 hingga 5,3. 

Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, bahwa gempa dirasakan magnitudo 5,3, Minggu pagi ini, merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan (aftershocks) dari gempa utama (mainshock) berkekuatan 6,1 yang terjadi pada  Sabtu kemarin, (10/4/2021) kemarin, pukul 14.00 WIB.

"Hingga hari Minggu pagi ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa susulan sebanyak 8 kali, dengan magntiudo berkisar 3,1 hingga 5,3," ujarnya melalui keterangan tertulis dikutip Suara.com, Minggu.

Ia melanjutkan, gempa susulan pagi ini tidak berpotensi tsunami karena kekuatannya yang relatif kecil untuk dapat menjadi gempa pembangkit tsunami, disamping memang hiposenternya yang cukup dalam, yaitu 102 kilometer.

Baca Juga: Gempa Susulan di Malang, Warganet Panjatkan Doa lewat Tagar #PrayForMalang

Karena hiposenternya cukup dalam, lanjut dia, maka guncangan gempa susulan dirasakan dalam wilayah luas seperti di Malang III-IV MMI, Pacitan, Wonogiri, Trenggalek III MMI. Nganjuk, Ponorogo, Blitar merasakan guncangan II-III MMI dan di Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo II MMI.

"Gempa susulan Jatim pagi ini memiliki magnitudo update 5,3 dengan episenter terletak di laut pada jarak 71 km arah selatan Kota Kepanjen, Malang dengan kedalaman 102 km," sambungnya.

Ia menambahkan, gempa susulan Jatim merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi atau patahan pada bagian Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi atau menunjam ke bawah Pulau Jawa. Mekanisme sumber gempa menunjukkan terjadinya pergerakan naik (thrust fault).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait