alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kepala BNPB Imbau Warga Gelar Siskamling Jika Hujan Deras Melebihi 3 Jam

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 08 April 2021 | 06:40 WIB

Kepala BNPB Imbau Warga Gelar Siskamling Jika Hujan Deras Melebihi 3 Jam
Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas penanganan Covid-19 Doni Monardo tentang siskamling. [Suara.com/Novian Ardiansyah]

dengan siskamling, menurut Kepala BNPB Doni Monardo, warga dapat sigap evakuasi mandiri apabila terjadi bencana.

SuaraMalang.id - Warga diimbau melakukan siskamling (sistem keamanan lingkungan) jika cuaca ekstrem atau curah hujan tinggi melebihi tiga jam. Cara itu bertujuan untuk memantau potensi terjadinya bencana banjir sedini mungkin.

Imbauan tersebut diungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat memberikan keterangan pers penanganan bencana alam di Nusa Tenggara Timur, Rabu (7/4/2021).

"Kami ajak dan imbau semua pihak untuk bisa ikuti informasi dari BMKG. Beberapa pelajaran menarik dari peristiwa ini adalah ketika curah hujan lebih dari tiga jam dan berada di wilayah posisi tinggi di bawah tebing, aliran sungai, atau lembah yang relatif merupakan kawasan rendah maka sebaiknya dilakukan siskamling secara bergantian," kata Doni dikutip dari Antara, Rabu.

Doni melanjutkan, bahwa sistem keamanan lingkungan (siskamling) akan membantu memberi informasi kepada warga agar tetap siap siaga bencana, khususnya dengan karakter daerah seperti yang dijelaskan tadi.

Baca Juga: Dampak Banjir Bandang di Lembata 38 Orang Hilang

Masyarakat diimbau memiliki sistem evakuasi mandiri mulai dari lingkup kecil dan bisa dikoordinir dari kepala desa atau rukun tetangga (RT) dan lain-lain.

Dicontohkannya Ketua RT Soleman di Desa Waisika, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, yang sempat membangunkan warga untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih tinggi. Sehingga ketika banjir bandang datang sekitar pukul 05.00 WIT, mereka selamat.

Doni menambahkan, apa yang dilakukan Ketua RT Soleman itu justru harus jadi referensi pemerintah daerah. Hal-hal teknis tentang kebencanaan harus segera diingatkan berulang kali pada warga agar tidak gampang lupa. Namun jika terus diulang, maka akan menjadi kebiasaan atau budaya.

"Apalagi Ibu Kepala BMKG sudah ingatkan kita bahwa semua peristiwa seperti ini bisa saja terjadi di waktu akan datang. Bukan saja di sini, di NTT, tapi juga di daerah lainnya," ujar Doni.

Sebelumnya ia memperbarui data korban jiwa dari bencana alam yang terjadi di NTT, yang bertambah menjadi 138 orang setelah ditemukannya beberapa jenazah di Flores Timur hingga Rabu (7/4) malam.

Baca Juga: Update Banjir Bandang NTT: 124 Meninggal, 74 Hilang, 13.230 Mengungsi

"Jumlah korban meninggal dunia di Flores Timur menjadi 67 orang, hilang enam orang, setelah ditemukan beberapa jenazah hari ini," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait