- Perum Jasa Tirta I menggandeng Polres Malang untuk mengamankan operasional akses Bendungan Lahor yang berstatus Objek Vital Nasional.
- Pungutan retribusi di kawasan tersebut bertujuan mendanai pemeliharaan aset negara agar fungsinya tetap optimal bagi kepentingan masyarakat luas.
- Warga lokal di sekitar bendungan telah mendapatkan kebijakan akses gratis untuk mendukung aktivitas sosial dan ekonomi mereka sehari-hari.
SuaraMalang.id - Portal penghubung antara Malang dan Blitar di kawasan Bendungan Lahor, Karangkates, mendadak jadi sorotan publik. Bermula dari potongan video yang viral di media sosial, perdebatan mengenai retribusi pintu masuk kawasan tersebut memicu polemik hangat di tengah masyarakat.
Warga setempat menyuarakan tuntutan agar akses di jalur strategis ini dibebaskan dari biaya alias gratis. Namun, di balik riuhnya protes netizen, terdapat urgensi besar terkait keamanan aset negara yang harus dijaga.
Menanggapi situasi yang kian dinamis, Perum Jasa Tirta I (PJT I) akhirnya mengambil langkah tegas dengan menggandeng Polres Malang untuk mengamankan operasional di lapangan.
Langkah menggandeng aparat kepolisian bukan tanpa alasan. Bendungan Lahor bukan sekadar jalan lintas biasa tapi adalah Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang memiliki peran krusial bagi hajat hidup orang banyak.
Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Korporat PJT I, Aris Widya, menegaskan bahwa pengelolaan kawasan ini memiliki payung hukum yang kuat, yakni PP Nomor 46 Tahun 2010.
"Kami berkomitmen menjaga keamanan aset negara. Pemanfaatan aset ini bertujuan untuk mendukung biaya operasional, pemeliharaan, hingga pengamanan bendungan agar fungsinya tetap optimal," ujar Aris, Sabtu (4/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Di tengah isu yang berkembang, PJT I meluruskan informasi mengenai pihak-pihak yang sebenarnya sudah dibebaskan dari biaya retribusi. Ternyata, kebijakan "akses gratis" sudah lama diberlakukan bagi warga yang tinggal di ring satu bendungan.
Daftar wilayah yang mendapat pengecualian ini cukup panjang, mencakup warga Dusun Rekesan, Desa Jambuwer, dan Desa Karangkates di Kabupaten Malang.
Tak hanya itu, warga dari empat desa di Kecamatan Selorejo, Blitar, yakni Desa Selorejo, Ngreco, Boro, dan Olak-alen, juga menikmati fasilitas tanpa bayar.
Baca Juga: Dari Ompreng Pindah ke Meja Prasmanan: Gaya Baru MBG di MIN 2 Malang
"Kebijakan ini menyasar warga lokal, mulai dari pelajar yang berangkat sekolah hingga pelaku UMKM dan pedagang sayur yang setiap hari melintas. Kami sudah mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi mereka," jelas Aris.
Bukan sekadar urusan rupiah, pengamanan ketat di Bendungan Lahor berkaitan erat dengan mitigasi bencana. Sekretaris Perusahaan PJT I, Erwando Rachmadi, mengingatkan bahwa bendungan menyimpan potensi risiko teknis dan alam yang sangat besar, seperti ancaman banjir hingga risiko struktural.
“Perlu dukungan semua pihak untuk menjaga ketertiban. Situasi yang kondusif sangat diperlukan agar fungsi bendungan sebagai infrastruktur strategis tetap berjalan normal demi kepentingan masyarakat luas,” ungkap Erwando.
Berita Terkait
-
Dari Ompreng Pindah ke Meja Prasmanan: Gaya Baru MBG di MIN 2 Malang
-
Gunung Semeru Menggeliat: 16 Kali Erupsi dalam 6 Jam, Status Siaga III Diberlakukan Ketat
-
Pembunuhan Sadis Juru Parkir di Malang: Sama-sama Minum Miras, Pelaku Marah Teman Wanita Digoda!
-
Polres Malang Perketat Pengawasan Jip Wisata Bromo Saat Lebaran 2026
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
PELOPOR BRI 2026 Perkuat Komitmen BRI Bangun Ekosistem Antikorupsi
-
Motor Mahasiswa Raib 'Distep' Maling, Pelaku Kena Jebak Pas Mau COD
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Dorong Kesempatan Kerja Setara lewat Pelatihan
-
Jadi Proyek Antikorupsi KPK, Kampus UB Diguncang Aliran Duit Pemerasan
-
Nekat Ritual di Jalur Terlarang Puncak Batu Tulis, 9 Pendaki Ilegal di Malang Dievakuasi Dramatis