- Dua pelaku pembunuhan juru parkir berhasil ditangkap jajaran Polres Malang Kota.
- Motif pembunuhan dipicu cekcok akibat dugaan menggoda teman wanita.
- Pelaku buang barang bukti sebelum akhirnya ditangkap di Blitar.
SuaraMalang.id - Jajaran Polres Malang Kota berhasil mengungkap kasus pembunuhan juru parkir di kawasan Jalan Ijen, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).
Dua pria berinisial FNA (45) dan SNS (24) ditangkap setelah serangkaian penyelidikan intensif dilakukan aparat kepolisian.
Kasus pembunuhan juru parkir di Kota Malang ini bermula dari insiden yang terjadi pada Jumat (20/3/2026), ketika korban berinisial SA (42) ditemukan tewas akibat luka tusuk.
Polisi bergerak cepat mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV serta keterangan saksi di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, mengatakan bahwa dalam kasus pembunuhan juru parkir ini, korban dan kedua pelaku diketahui sempat bersama-sama mengonsumsi minuman keras (miras) sebelum kejadian.
"Terdapat dua tersangka yang ditangkap FNA dan SNS, sedangkan korban berinisial SA (42). Penyelidikan yang kami lakukan, baik dari melakukan pemeriksaan CCTV hingga meminta keterangan dari para saksi," kata Aji, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa tragis itu dipicu rasa tersinggung dari tersangka FNA. Pelaku menduga korban telah menggoda teman wanitanya, sehingga memicu cekcok yang berujung pada aksi kekerasan.
Dalam kondisi emosi, FNA kemudian menusuk korban sebanyak tujuh kali menggunakan sebilah pisau yang telah dibawanya. Sementara itu, tersangka SNS turut membantu dengan memegangi tubuh korban saat penusukan terjadi.
"Ketiga orang sama-sama petugas parkir. Teman satunya (SNS) membantu memegangi korban. (Luka pada tubuh korban) kebanyakan di daerah dada," ujar dia.
Usai melakukan aksi tersebut, kedua pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian menggunakan sepeda motor. Mereka sempat kembali ke tempat kos untuk mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelarian.
Tak berhenti di situ, FNA dan SNS menuju Bendung Selorejo, Kabupaten Malang, untuk membuang barang bukti berupa pisau yang digunakan dalam aksi penusukan. Setelah itu, keduanya melanjutkan pelarian hingga ke wilayah Kabupaten Blitar.
Polisi akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku setelah mendapatkan informasi dari Polsek Garum, Blitar, terkait keberadaan mereka.
"Tim kami meluncur ke Blitar kemudian dibantu oleh Polsek Garum, Blitar melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku," ucapnya.
Atas perbuatannya dalam kasus pembunuhan juru parkir di Malang, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 459 subsider Pasal 458 ayat 3 lebih subsider Pasal 262 ayat 4 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
"Ancaman Pasal 459 KUHP pidana mati dan/atau penjara seumur hidup dan/atau paling lama 20 tahun. Untuk subsider Pasal 458 ayat 3 ancaman 20 tahun penjara dan lebih subsider Pasal 262 ayat 4 ancaman 12 tahun penjara," tuturnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka
-
Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung
-
Novel The Woman in Cabin 10: Ketika Pembunuhan di Laut Lepas Dianggap Ilusi
-
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak
-
Tragedi Warung Mi Ayam: Wanita Hamil Tewas Dicekik Gegara Tarif Kencan Kurang Rp200 Ribu
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal
-
Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok
-
Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial
-
Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule
-
Ekstra 27.000 GarudaMiles, Keuntungan Perjalanan untuk Nasabah BRI Prioritas