- Angin kencang rusak 38 rumah warga Kabupaten Malang.
- Dua fasilitas umum ikut terdampak cuaca ekstrem.
- BPBD imbau warga waspada potensi cuaca ekstrem.
SuaraMalang.id - Peristiwa angin kencang di Poncokusumo merusak sebanyak 38 rumah warga di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap.
Data tersebut dihimpun BPBD Kabupaten Malang usai melakukan asesmen langsung di lokasi kejadian terkait dampak angin kencang di Poncokusumo.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa puluhan rumah terdampak angin kencang di Poncokusumo tersebar di sejumlah titik di Desa Ngadireso.
“Kerusakan ringan pada bagian atap, ada 38 rumah warga,” kata Sadono, Rabu (4/3/2026).
Ia merinci, delapan rumah berada di RT 01/RW 01, satu rumah di RT 05/RW 02, enam rumah di RT 06/RW 02, tiga rumah di RT 07/RW 02, enam rumah di RT 09/RW 02, serta 14 rumah di RT 10/RW 02.
Selain permukiman warga, dua fasilitas umum juga mengalami kerusakan dengan skala serupa, masing-masing satu bangunan sekolah dasar dan satu musala.
Berdasarkan laporan BPBD, kejadian bermula saat wilayah Poncokusumo diguyur hujan dengan intensitas deras. Hujan tersebut disertai tiupan angin kencang yang memicu kerusakan pada atap rumah warga dan fasilitas umum.
Saat ini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan untuk menghitung estimasi kerugian akibat kejadian tersebut. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Kondisi saat ini pembenahan atap sebagian dilakukan secara mandiri oleh warga. Kebutuhan mendesak paket sembako,” ujar dia.
Mengacu pada data sebaran daerah bencana dari BPBD Kabupaten Malang, Kecamatan Poncokusumo memang termasuk wilayah rawan angin kencang dan puting beliung.
Selain Poncokusumo, beberapa kecamatan lain juga masuk kategori rawan, seperti Kecamatan Karangploso, Kecamatan Dau, Kecamatan Singosari, Kecamatan Lawang, dan Kecamatan Pakis.
Sementara itu, peringatan dini cuaca ekstrem dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo.
Dalam periode 1-10 Maret 2026, Kabupaten Malang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang dapat disertai banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara mandiri, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, termasuk risiko lanjutan akibat angin kencang di Poncokusumo. (Antara)
Berita Terkait
-
5 Kipas Angin Kencang, Awet, dan Hemat Listrik, Mulai Rp100 Ribuan
-
Detik-Detik Rumah Warga Jepara Rusak Usai Dilintasi Sound Horeg Saat Takbiran
-
BMKG: Jabodetabek Berpotensi Diterpa Hujan Kilat dan Angin Kencang Hingga Sore
-
Diterpa Hujan dan Angin, Atap Stadion Indomilk Arena Rusak
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Jemput Pelaku UMKM di Pelosok Rantau Prapat