- Pemkot Malang berikan pendampingan psikolog intens bagi korban bullying.
- Video viral ungkap dugaan bullying anak perempuan di Sukun.
- Dinsos dan Disdikbud perkuat sosialisasi anti bullying sekolah.
SuaraMalang.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, bergerak cepat memberikan pendampingan psikolog bagi korban bullying asal Kecamatan Sukun.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi psikologis korban tetap terpantau setelah dugaan kasus bullying tersebut mencuat melalui unggahan video di media sosial.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, menegaskan bahwa pendampingan korban bullying dilakukan secara intens.
Ia menyebut pemantauan rutin terus dilakukan demi memastikan kebutuhan psikologis korban terpenuhi.
"Kami mendahulukan korban untuk pendampingan, nanti kalau membutuhkan psikolog akan dipenuhi. Makanya secara rutin kami mendatangi yang bersangkutan," kata Donny, Jumat (14/11/2025).
Selain pendampingan langsung, koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk menangani dugaan kasus bullying ini. Dinsos P3AP2KB menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota.
Pelibatan Disdikbud dilakukan karena baik korban maupun terduga pelaku dugaan bullying tersebut sama-sama masih berstatus pelajar.
Donny menjelaskan bahwa langkah pencegahan juga terus diperkuat dengan sosialisasi di sekolah-sekolah.
"Jadi sudah ada indikator tentang apa yang akan dilakukan soal anti bullying, terutama menyasar teman sebayanya, terus kepada gurunya," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, korban dari Kecamatan Sukun melaporkan tindakan bullying ke Polresta Malang Kota pada Rabu (12/11/2025). Laporan ini langsung ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan oleh kepolisian.
Dugaan peristiwa bullying ini mencuat setelah sebuah video amatir beredar di media sosial Instagram. Dalam video tersebut, terlihat anak perempuan memakai baju hitam dan celana abu-abu duduk di anak tangga sambil memegang telepon genggam. Tiba-tiba korban mendapatkan pukulan pada pipi kiri dari seorang anak perempuan lain.
Aksi itu tidak berhenti di situ. Saat berdiri, korban kembali ditampar di bagian bibir. Dalam kondisi menangis dan menutup wajah, korban mendapatkan pukulan lanjutan pada pipi kanan.
Upaya Pemkot Malang memberi pendampingan psikolog diharapkan mampu membantu pemulihan korban bullying sekaligus memperkuat upaya pencegahan kasus serupa di lingkungan sekolah. (Antara)
Berita Terkait
-
Eksotika dan Keseruan Glamping di Lembah Bromo Malang
-
Mau Intimate Dinner di Malam Valentine? Ini 4 Rekomendasi Tempat Kencan Romantis di Kota Malang
-
9 Jadi 10! Promo Bukber Unik di Ibis Styles Malang Yang Wajib Dicoba
-
Warung Mekar Jaya, Menikmati Gurihnya Nasi Genjes Khas Kota Malang
-
Basarnas Fokuskan Pencarian di Muara Pantai Sine, Wisatawan Malang Terseret Ombak Belum Ditemukan
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
CEK FAKTA: Megawati Jadi Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Bahlil Dicopot dari Kursi Menteri ESDM dan Diganti Ignasius Jonan, Benarkah?
-
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali, Awan Panas Meluncur hingga 3 Km ke Besuk Kobokan
-
CEK FAKTA: Prabowo Copot 103 Kader PDIP dari DPR Buntut Tolak RUU Perampasan Aset, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Purbaya Sebut Koruptor Tetap Kaya Meski Dipenjara, Benarkah?