SuaraMalang.id - Viral di media sosial seorang gadis dikeroyok dan dianiaya di bawasan Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Diketahui identitas gadis yang dikeroyok tersebut berinisia E (19) asal Blitar.
Kasatreskrim Polres Batu AKP Rudi Kuswoyo mengaku sudah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Dia telah mengamankan empat terduga pelaku penganiayaan.
"Kami telah mengamankan 4 anak yang diduga pelaku penganiayaan tersebut. Sedangkan korban adalah E warga Krisik, Kabupaten Blitar," katanya dikutip dari Ketik.co.id--partner Suara.com, Selasa (11/2/2025).
Keempat terduga berlaku tersebut bernisial RAP (16) yang merupakan warga Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Lalu NAP (17), PRW (16), dan KR (13) warga Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar.
Rudi mengungkapkan, penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (9/2/2025) sore. Kejadian pengeroyokan bermula dari korban yang dijemput empat orang di rumahnya.
Mereka lalu mengajaknya ke Bendungan Selorejo di Kabupaten Malang. Korban menyanggupi permintaan terduga pelaku dengan mengendarai sepeda mtoor sendirian.
"Setiba di lokasi korban diajak ngobrol oleh para terlapor dan selanjutnya terjadi perdebatan. Yang kemudian tiba-tiba salah satu pelaku, KR memukul korban pada bagian pipi kiri dan menendang punggung korban sebanyak 4 kali," kata Rudi.
Terjadi penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban. Berdasarkan penyidikan yang dilakukan kepolisian diketahui peran masing-masing terduga pelaku.
Baca Juga: Longsor Parah Landa Poncokusumo Malang, 3 Titik Sekaligus
RAP memukul pipi dan menendang paha korban. Kemudian diikuti NAP yang turut menampar pipi sebanyak 4 kali serta menendang punggung 4 kali. PRW mencekik leher E.
Tak sampai di situ, korban juga mengalami luka di kaki akibat diseret hingga arah parkiran motor.
"Kejadian pengeroyokan tersebut direkam oleh KR dan NAP dengan menggunakan handphone para pelaku," kata Rudi.
Usut punya usut, para pelaku ini menganiaya karena sakit hati. Korban dinilai tak tahu balas budi, sering dibantu saat sedang susah, namun ketika senang tidak ingat.
Kini, pelaku disangkakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara. "Empat terduga pelaku masih anak-anak. terhadap anak yang berhadapan dengan hukum saat ini diamankan di Polres Batu oleh Unit PPA," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
Terkini
-
BRI Imlek Prosperity 2026: Strategi Finansial Baru Sambut Tahun Kuda Api
-
Libur Nyepi dan Lebaran 2026, Wisata Malang hingga Kota Batu Dipastikan Aman dan Nyaman
-
Mudik dan Liburan Lebaran Lebih Hemat dengan Promo Spesial BRI Ramadan
-
Polresta Malang Pantau Stok Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026, Ini Hasil Temuannya
-
Pembatasan Angkutan Barang di Malang Diperketat Jelang Mudik Lebaran 2026, Polisi Awasi Perbatasan!