Scroll untuk membaca artikel
Baehaqi Almutoif
Jum'at, 31 Mei 2024 | 23:37 WIB
Ilustrasi meninggalnya seorang santri Ponpes Al Hanifiyah Kediri. (Unsplash)

Keesokan harinya pada Rabu (29/5/2023), temannya tersebut mengajak korban berkelahi selepas sekolah. Akan tetapi, tidak ditanggapinya.

"Kemudian bilang ke orang tua kerja kelompok. Terus sama ibu diantar ke Pandan," katanya.

Kasatreskrim Polres Batu AKP Rudi Kuswoyo mengaku tengah melakukan penyidikan terhadap kasus itu. Pihaknya sudah mengamankan 5 orang terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

"Sebelumnya, ada anak berhadapan dengan hukum memberikan keterangan terduga ini masih di bawah umur. Saat ini kami juga sedang melakukan pendalaman," jelasnya.

Baca Juga: Harap Bersabar! Jalur Pendakian Gunung Arjuno Masih Ditutup

Autopsi sedang dilakukan terhadap jenazah korban untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Rudi menyampaikan, diduga korban di keroyok suatu kawasan di Dusun Srebet Desa Pesanggrahan. "Kami telah mengolah TKP. Dari keterangan anak, mereka kerja kelompok kemudian diajak ke TKP. Masih kita dalami permasalahan apa dan pemeriksaan. Tidak ada barang bukti diamankan," katanya.

Load More