SuaraMalang.id - Dunia maya dihebohkan dengan munculnya mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) diduga bergaya hidup hedon.
Kasus tersebut viral setelah diunggah sejumlah akun di media sosial, salah satunya @ub_mfs di X. Akun itu mengunggah seorang mahasiswa dari Fakultas Peternakan UB Malang angkatan 2021 dinarasikan diduga menyalahgunakan beasiswa KIP-K yang seharusnya diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu.
Aktivitas hedonnya juga terlihat dari unggahan akun @arcellyuna_ di Instagram. Tampak dia kerap membagikan aktivitas di kafe mewah hingga bermain golf.
UB Malang angkat bicara mengenai heboh mahasiswa UB Malang diduga bergaya hidup hedonisme tersebut.
"Kami akan melakukan evaluasi ulang kelayakan mahasiswa sebagai penerima KIP-K. Ada tiga tahapan proses yang akan dilakukan," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa UB Setiawan Noerdajasakti dikutip dari Antara, Rabu (8/5/2024).
Pihaknya akan mendata ulang mahasiswa penerima KIP-K. Selain itu, UB Malang juga telah mendata dan mengidentifikasi nama-nama mahasiswa yang beredar di media sosial sekaligus nama-nama terlapor melalui UB-Care.
Kampus berencana memanggil mahasiswa-mahasiswa terlapor untuk dievaluasi. UB memang secara rutin melakukan evaluasi di setiap semesternya.
"Untuk penelusuran lebih lanjut akan dilakukan kemudian. Setelah dilakukan verifikasi data dan jika ditemukan indikasi kuat melakukan kecurangan, akan kami undang untuk dikonfirmasi dan dievaluasi," katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa UB Ilhamuddin menyebut, penerima KIP-K telah melalui seleksi ketat dan berlapis.
Baca Juga: Universitas Brawijaya Kukuhkan Empat Profesor Baru dengan Inovasi di Berbagai Bidang
Tahap awal mahasiswa akan mendaftar ke sistem KIP-K di pusat. Kemudian data tersebut diverifikasi oleh sistem KIP.
Setelah masuk dalam sistem KIP, data tersebut kemudian diunduh untuk diseleksi. Mahasiswa yang sesuai dengan kriteria, seperti tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi prestasi akademis akan diajukan sebagai penerima.
Kemudian data nama-nama mahasiswa penerima KIP itu akan disinkronisasi dengan data yang dimasukkan oleh mahasiswa pada saat pendaftaran ke UB. Jika data tersebut cocok, maka dapat dicalonkan sebagai calon penerima.
Terakhir, melakukan evaluasi lapangan untuk mengetahui kelayakan dan kesesuaian calon menjadi penerima KIP. Evaluasi lapangan ini masih terbatas dilakukan di Jawa Timur, karena keterbatasan sumber daya. Sementara yang berasal dari luar Jawa Timur dievaluasi berdasarkan data sistem.
Setiap mahasiswa yang menerima beasiswa KIP-K mendapatkan Rp950.000 setiap bulan yang diberikan setiap awal semester. Beasiswa tersebut digunakan untuk biaya hidup, biaya tempat tinggal, dan biaya beli buku.
Mahasiswa penerima KIP juga mendapatkan pembinaan dan evaluasi secara berkelanjutan setiap semester, seperti embinaan mental, soft skill, pengembangan karakter dan berperilaku profesional, serta bagaimana berperilaku bijak dalam media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
Terkini
-
CEK FAKTA: Dito Ariotedjo Sebut Jokowi Terima Rp 2 Triliun dari Gus Yaqut, Benarkah?
-
BRI Ungkap Prospek Fintech Indonesia di Hadapan Investor Global
-
Peran Strategis UMKM Disorot Dirut BRI dalam Forum Keuangan Global WEF Davos
-
CEK FAKTA: China Resmi Tutup Pintu Wisatawan Israel, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Purbaya Hapus Dana Desa dan Diganti Subsidi Listrik hingga Sembako, Benarkah?