SuaraMalang.id - Polres Malang mengamankan dua orang berinisial FA (36) dan AW (46) dalam kasus miras oplosan di Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan.
Kasus tersebut terungkap setelah Polres Malang melakukan penggerebekan pada 23 Maret 2024.
"Pada ungkap kasus di tempat kejadian perkara ini, didapatkan beberapa barang bukti yang sudah diamankan. Jumlah pelaku bertambah, jadi dua orang, FA dan AW," kata Wakapolres Malang, Kompol Imam Mustolih dilansir dari TIMES Indonesia--partner Suara.com, Senin (25/3/2024).
Selain menangkap dua orang, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Beberapa di antaranya, yakni lima buah alat penyuling, lima drum pendingin 250 liter, satu drum filter, dua drum penampungan serta sebuah tabung gas berkapasitas 8 kilogram.
Imam menyebutkan juga mengamankan ratusan botol arak kemasan 1,5 liter serta satu jerigen besar berisi arak siap edar.
Miras oplosan yang diproduksi kedua pelaku membahayakan karena dibuat tidak dengan takaran dan ilegal. Begitu bahayanya bahkan bisa menyebabkan kematian.
“Miras yang diproduksi oleh tersangka dibuat dengan cara otodidak, jadi tidak ada takaran dan komposisi yang pasti. Tentu membahayakan tubuh dan bisa berakibat fatal, menyebabkan kematian,” jelasnya.
Kasat Resnarkoba Polres Malang, AKP Aditya Permana menambahkan miras oplosan tersebut dibuat sebelum bulan Ramadan. Para pelaku memproduksi cukup banyak, sekitar 500 liter.
“Kurang lebih sudah satu tahun setengah beroperasi untuk sehari itu bisa produksi mencapai 500 liter sehari,” ungkap AKP Aditya.
Baca Juga: Polisi Amankan Barang Bukti Pembunuhan di Pakis Malang, Jejak Pelaku Mulai Terungkap?
Aditya menyampaikan, miras oplosan tersebut dijual dengan harga Rp50 ribu per botol. Pelaku mendapat keuntungan Rp25 ribu setiap botolnya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, kata Aditya, pelaku mendapat keuntungan penjualan mencapai Rp4 juta per bulan.
Kedua pelaku dijerat Pasal 204 (1) KUHP dan Pasal 62 ayat 1 Juncto pasal 8 ayat 1 huruf A, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukuman keduanya, adalah maksimal 15 tahun kurungan penjara dan denda hingga 4 miliar rupiah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Bangun Fondasi Ekonomi dari Desa, BRI Optimalkan BRILink Agen untuk Dukung Koperasi Merah Putih
-
Dari Pesisir Malang Menembus Bursa Karbon Dunia: Hutan Mangrove CMC Siap Menjaring 'Cuan Biru'
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Lewat 1,06 Juta BRILink Agen
-
Dicekal di Pintu Pesawat Saat Hendak Umrah, Kiai Marzuqi Curiga Ada yang Pesan ke Intelijen Saudi
-
BRI Optimalkan Momentum MotoGP Mandalika untuk Perluas Peluang Bisnis