SuaraMalang.id - Pemerhati telematika, Roy Suryo, menyuarakan keprihatinannya terhadap kinerja Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pemilu 2024.
Menurut Roy, sistem yang seharusnya membantu proses perhitungan suara ini justru seringkali mengalami kendala teknis yang signifikan, hingga menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.
Roy Suryo mengungkapkan bahwa Sirekap, yang merupakan bagian dari anggaran besar untuk biaya Pemilu 2024, sering kali salah dalam menginput angka manual dari petugas di lapangan.
"Misalnya angka satu menjadi empat atau bahkan 'otomatis' menambahkan sendiri angka tersebut secara random menjadi belasan, puluhan, bahkan ratusan," ujarnya dalam keterangannya pada Sabtu (17/2/2024).
Lebih lanjut, Roy mempertanyakan proses pengujian dan sertifikasi penggunaan Sirekap menjelang pemilu.
"Apakah aplikasi Sirekap ini sudah benar-benar pernah diuji secara benar sebelum berani digunakan dalam Pemilu 2024 ini?" tanyanya, seraya menambahkan bahwa idealnya Sirekap harus mendapatkan Sertifikasi Layak Teknis dari institusi yang kompeten, seperti BRIN atau pakar-pakar independen dari berbagai universitas ternama di Indonesia.
Roy juga menyarankan agar Sirekap diaudit secara IT Forensik, terutama mengingat banyaknya laporan kesalahan yang telah menjadi trending topic.
"Bahkan seharusnya sebelum dan sesudah dipakai Sirekap ini harus diaudit IT Forensik, apalagi banyak kesalahan dan menjadi trending topic," lanjutnya.
Menurut Roy, teknologi yang digunakan oleh Sirekap, seperti OCR (Optical Character Recognizer) dan OMR (Optical Mark Recognizer), sebenarnya bukanlah teknologi baru.
Baca Juga: Bawaslu Setuju Audit Sistem Informasi Rekapitulasi KPU
Ia menjelaskan bahwa penggunaan teknologi semacam ini telah ada sejak lebih dari seabad yang lalu, merujuk pada penemuan oleh fisikawan Jerman Emanuel Goldberg pada tahun 1914.
"Jadi publik jangan (seolah-olah) mau dipamerin dengan teknologi yang prinsipnya sudah lebih dari 11 dekade yang lalu tersebut, apalagi disebut-sebut sekarang menggunakan AI (Artificial Intelligence) segala," tutur Roy, menyampaikan kekhawatirannya terhadap efektivitas penggunaan teknologi dalam Sirekap yang menurutnya seharusnya sudah canggih dan minim kesalahan.
Kritik Roy Suryo terhadap Sirekap menambah daftar kekhawatiran terkait integritas dan akurasi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara di Pemilu 2024.
Ini menjadi perhatian serius bagi penyelenggara pemilu untuk memastikan bahwa sistem yang digunakan dapat bekerja dengan efisien dan akurat, mengingat pentingnya hasil pemilu dalam menentukan masa depan Indonesia.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Bawaslu Setuju Audit Sistem Informasi Rekapitulasi KPU
-
Timnas AMIN Siap Buka Tabulasi Nasional Hasil Pilpres 2024 untuk Tantang Data Sirekap KPU
-
Real Count Sabtu 17 Februari, Prabowo-Gibran Hanya Kalah di Sumbar dan Aceh
-
PKS Desak KPU Hentikan Publikasi Hasil Sirekap karena Ditemukan Perbedaan Data
-
Puluhan Petugas KPPS Meninggal Dunia Selama Pemilu 2024, Ribuan Lainnya Sakit
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
CEK FAKTA: Purbaya Hapus Dana Desa dan Diganti Subsidi Listrik hingga Sembako, Benarkah?
-
Lewat Klasterku Hidupku, BRI Bangun Ekosistem UMKM Berdaya Saing dan Inklusif
-
CEK FAKTA: Menkeu Purbaya Audit Kekayaan Luhut, Benarkah?
-
Benarkah Listrik dan ATM Mati Total Selama 7 Hari di Indonesia? Ini Faktanya
-
Pastikan Kejiwaan Yai Mim Usai Ditahan, Polresta Malang Siapkan Psikiater