SuaraMalang.id - Warga Malang digegerkan kembali dengan kasus pembunuhan disertai mutilasi. Polisi baru-baru ini mengamankan tersangka AR, yang diduga membunuh AP (34) warga Surabaya.
AR merupakan warga Probolinggo yang di rumah kos di Jalan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
"Tersangka ditangkap pada Kamis (4/1/) malam dan masih dalam pemeriksaan serta pengembangan. Untuk sementara, (tersangka) berjumlah satu orang," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto dikutip dari Antara, Jumat (5/1/2024).
Kasus mutilasi tersebut terungkap pada Oktober 2023. Warga saat itu digegerkan dengan temuan potongan jasad manusia di aliran Sungai Bango, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang.
Bagian tubuh dibuang di sungai, sedangkan bagian kepala, tangan serta kaki ditemukan terpendam di pinggir Sungai Bango.
Jasad tersebut lantas dibawa ke rumah sakit untuk dipastikan identitas korban. Termasuk menghubungi keluarga korban AP guna memastikan ciri-cirinya.
Wakasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Nur Wasis mengatakan, dari temuan tersebut kemudian didalami. Petunjuk satu per satu mulai terungkap yang mengarah kepada tersangka AR.
"Namun informasi itu belum cukup, sehingga kami melakukan pendalaman. Tadi malam, kami mendapatkan petunjuk yang sangat bagus, selain potongan korban dibuang di sungai, ternyata ada yang ditanam di pinggir sungai, yaitu kepala, telapak tangan dan telapak kaki," tambahnya.
Kasus tersebut semakin terang benderang. Polisi lantas menangkap tersangka AR. Saat diamankan pelaku mengakui perbuatannya telah membunuh dan memutilasi korban.
Baca Juga: Cerita James Lodewijk Usai Memutilasi Istrinya, Dihantui Diminta Menyerahkan Diri
"Tersangka mengakui dan kooperatif. Namun demikian kami harus membuktikan dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa tengkorak tersebut adalah dari korban," katanya.
AKP Nur Wasis mengungkapkan, sejumlah barang bukti seperti mobil dan telepon pintar milik korban telah diamankan. Selain itu, Polresta Malang Kota juga telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.
Tersangka dijerat dengan Pasal 338 atau Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun atau maksimal seumur hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Wasiat Terakhir Yai Mim: Kepulangan Sunyi ke Pelukan Tanah Kelahiran
-
Teka-teki Napas Terakhir Yai Mim: Sehat Walafiat Sebelum Maut Menjemput di Polresta Malang
-
Skandal Nikah Siri Sesama Jenis di Malang: Versi Berbeda Intan dan Rey Soal 'Suami'
-
Warga Malang Geger Hujan Es Sebesar Kerikil, Jangan Panik! Kenali Tanda-Tandanya
-
Rey di Malang Akui Istri Sudah Tahu Dirinya Perempuan Sebelum Menikah, Kini Berujung Polisi