SuaraMalang.id - Seorang santriwati berinisial W (18) didampingi ayahnya dan kuasa hukum mendatangi Polres Malang, Kamis (21/12/2023).
Santriwati tersebut melaporkan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh pengasuh pondok tempatnya menimba ilmu. korban mengaku sudah lebih dari 10 kali menerima perbuatan tak senonoh.
Tim kuasa hukum korban, Misbachul Munir menuturkan, korban depresi sampai berniat mengakhiri hidupnya.
“Korban sempat berniat bunuh diri, minum hand sanitizer dan gantung diri. Beruntung keluarga segera menyelamatkan korban. Kami berharap kasus ini segera ditangani pihak Kepolisian,” ujarnya dikutip dari Beritajatim.com--media partner Suara.com.
Muhammad Tarmizi, anggota tim kuasa hukum lainnya menuturkan, pelaporan dugaan pencabulan tersebut bukan yang pertama kali. Sekitar 6 bulan lalu, kasus tersebut sudah dilaporkan, namun belum ada tindak lanjut.
“Kasus ini sudah dilaporkan keluarga korban sejak 6 bulan lalu, tapi sampai sejauh ini pihak korban belum menerima surat pemberitahuan pengembangan hasil penyelidikan. Sehingga kami dampingi korban dan kita tanyakan lagi, seperti apa kasus ini," katanya.
Tarmizi menjelaskan, berdasarkan keterangan dari kepolisian, menyambut baik kedatangan mereka. Menurutnya, polisi menerima kelengkapan saksi dan bukti.
Pihaknya sudah menyerahkan beberapa bukti, salah satunya rekaman dugaan pencabulan yang dilakukan sang pengasuh.
Dia mengungkapkan, modus yang diduganakan dengan memberikan amalan oleh pengasuh pondok agar tidak berdosa.
Baca Juga: Suami di Malang Jual Istri di Medsos, Pasang Tarif Rp800 Ribu Sekali Main
“Berpura-pura diberikan amalan, kemudian korban ini digerayangi tubuhnya. Diperlakukan tidak senonoh hingga 10 kali. Korban sampai hari ini masih menyimpan traumatik dan tidak berani kembali ke pondok atau sekolah,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang
-
Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham