SuaraMalang.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kekecewaannya atas pemakaman mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Batu, Malang.
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, menegaskan bahwa Eddy telah dinyatakan bersalah atas tindak pidana korupsi melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Ghufron menyampaikan keberatan KPK terhadap keputusan pemakaman Eddy di TMP, mengingat ia telah terbukti merugikan dan mengkhianati rakyat serta negara Indonesia.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi dasar pertimbangan untuk mengkaji ulang prosedur pemakaman di TMP, terutama bagi pejabat atau mantan pejabat yang terbukti melakukan korupsi.
"Prosedurnya harus dikaji ulang. Ini penting untuk menjaga martabat dan penghormatan bangsa Indonesia terhadap para pahlawannya," kata Ghufron, dikutip Selasa (12/12/2023).
Eddy Rumpoko, yang menjabat sebagai Wali Kota Batu dari 2007 hingga 2017, terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK pada September 2017.
Dia divonis 5,5 tahun penjara oleh Majelis Kasasi Mahkamah Agung pada tahun 2019 atas kasus suap terkait proyek belanja modal di Pemerintah Kota Batu.
Selain itu, Eddy juga dinyatakan bersalah atas penerimaan gratifikasi sebesar Rp 46,8 miliar, dengan vonis 7 tahun penjara, denda Rp 500 juta, dan penggantian uang sebesar Rp 45,9 miliar.
Eddy menjalani hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah, hingga mengeluh sakit pada November 2023.
Baca Juga: Eddy Rumpoko Sempat Mengeluhkan Sakit Sejak Beberapa Waktu Lalu
Meskipun sempat dirawat di RSUP Kariadi, ia meninggal dunia pada 30 November 2023 karena henti jantung, menurut keterangan Kepala Lapas Kedungpane, Usman Masjid.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang
-
Polemik Panas Yakuza Maneges vs PBNU Soal Segel Pesantren di Malang
-
Cuci Gudang di Kandang Singa! Samuel Balinsa dan Deretan Bintang Resmi Pamit dari Arema FC
-
Kucing-kucingan di Jalur Tikus: 13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diciduk, 4 Lainnya Jadi Buruan