SuaraMalang.id - Mulai besok, Rabu (13/12/2023), layanan bus Bagong dengan trayek Ponorogo-Malang PP, melewati Pare dan Batu, akan resmi beroperasi.
Trayek baru ini, yang diharapkan menjadi pilihan favorit bagi mahasiswa dan warga dari Ngawi, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, dan Kediri, menjanjikan layanan yang nyaman dan efisien untuk para penumpangnya.
Pada awal peluncurannya, akan ada empat perjalanan dari Malang ke Ponorogo PP. Armada bus akan bertambah secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan penumpang.
Tarif resmi bus Bagong Malang-Ponorogo PP telah diumumkan, dengan biaya Rp 90.000. Tarif untuk tujuan lain akan menyesuaikan dengan rutenya.
Salah satu kru bus Bagong menekankan pada kenyamanan penumpang, dengan menjamin bahwa tidak akan ada penumpang yang berdiri selama perjalanan.
Bus dengan formasi tempat duduk 2-2 ini akan memberikan sanksi pada kru jika terdapat penumpang yang dipaksa berdiri.
Selain dilengkapi AC, bus ini juga menjanjikan waktu tempuh yang lebih cepat dibandingkan bus lain.
Sebelumnya, perjalanan dari Ponorogo ke Malang membutuhkan pergantian bus, baik melalui Surabaya atau Jombang.
Dengan trayek baru ini, penumpang akan lebih mudah melakukan perjalanan langsung. Rutenya mencakup Malang (Terminal Landungsari), Batu, Ngantang, Pare, Papar, Nganjuk, Caruban, Madiun, Dolopo, dan Ponorogo.
Baca Juga: Nasib Pilu Sopir Angkot di Kota Batu: Era Kejayaan Tergerus Zaman
Bus Bagong dengan kapasitas 31 tempat duduk ini juga akan memanfaatkan liburan Natal dan Tahun Baru untuk membuka rute baru.
Layanan ini sebenarnya bukan yang pertama dengan rute tersebut, mengingat Bus Citra sebelumnya telah mengoperasikan rute yang sama, namun tidak beroperasi lama.
Berikut adalah daftar tarif resmi Bagong Malang-Ponorogo PP yang akan diluncurkan:
- Malang-Ngantang: Rp 25.000
- Malang-Pare: Rp 45.000
- Malang-Nganjuk: Rp 70.000
- Malang-Madiun: Rp 80.000
- Malang-Ponorogo: Rp 90.000
- Ponorogo-Pare: Rp 60.000.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Nasib Pilu Sopir Angkot di Kota Batu: Era Kejayaan Tergerus Zaman
-
Misteri Kematian Satu Keluarga di Pakis, Ada Pesan Terakhir di Cermin
-
Reruntuhan Candi Ditemukan di Goa Mlaten, Diyakini Tempat Bertapa Ken Arok dan Ken Dedes
-
Kematian Satu Keluarga di Pakis Masih Misterius, Inafis Olah TKP
-
Sekeluarga di Pakis Tewas, Satu Anak Kembar Selamat Teriak Minta Tolong
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Modus Program UMKM, 227 Warga Malang Terpikat Sandiwara ASN Gadungan
-
Ribuan Aset Daerah di Malang Dipatok Target Sertifikasi Demi Cegah Mafia Lahan
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang