SuaraMalang.id - Bek andalan timnas Indonesia, Sandy Walsh, tampak tidak bisa menahan antusiasmenya untuk kembali bergabung dengan skuad Garuda dalam perjalanan mereka menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Penggemar sepak bola Indonesia memiliki alasan kuat untuk berharap, karena pemain bintang ini sudah siap untuk memimpin timnya menciptakan sejarah.
Skuad Garuda dijadwalkan untuk memulai perjalanannya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dengan melawan Brunei Darussalam.
Pertandingan leg pertama akan berlangsung pada 12 Oktober di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, yang dikenal dapat menampung hingga 70 ribu penonton, sementara lokasi untuk pertandingan leg kedua yang akan berlangsung pada 17 Oktober masih dalam penentuan oleh pihak Brunei Darussalam.
Sandy Walsh, yang telah sukses dalam debutnya bersama timnas Indonesia, merasa sangat bersemangat menjelang pertandingan besar ini.
"Kemudian kami akan bermain di stadion nasional Jakarta di depan 70.000 pendukung. Sesuatu yang sangat saya nantikan. Untuk pengalaman, tetapi juga untuk tantangan olahraga," ungkap Walsh dengan penuh antusiasme, seperti dilansir dari laman GVA, Minggu (17/9/2023).
Walsh menambahkan bahwa dirinya sangat optimis dengan komposisi pemain yang telah dipilih oleh pelatih Shin Tae-yong.
Dia bahkan yakin bahwa tim ini memiliki potensi untuk membuat kejutan besar dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, dan berharap untuk membawa timnas Indonesia hingga ke Piala Dunia suatu saat nanti.
Berbicara mengenai impian tersebut, Walsh yang juga merupakan pemain dari klub KV Mechelen, menekankan bahwa pencapaian tersebut akan menjadi sebuah sejarah besar, tidak hanya bagi tim, tetapi juga bagi seluruh pencinta sepak bola di Indonesia.
Baca Juga: Ramadhan Sananta Batal Gabung Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022
"Kami ingin membuat sejarah. Jika kami berhasil, kami akan menjadi legenda hidup. Sepak bola sangat populer di Indonesia. Basis penggemarnya sangat fenomenal," tutupnya dengan penuh harapan.
Mengingat gairah dan semangat yang dipancarkan oleh Sandy Walsh, penggemar sepak bola Indonesia tentunya berharap untuk menyaksikan sejarah baru tercipta.
Sepak bola memang lebih dari sekadar permainan, dan dengan pemain seperti Walsh yang berdedikasi di tim, Indonesia memiliki setiap alasan untuk bermimpi besar.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Ramadhan Sananta Batal Gabung Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022
-
Harimau Malaya Ketar-Ketir! Timnas Indonesia Telah Bangkit dan Siap Gusur Posisi Malaysia di Ranking FIFA
-
Hanya Satu yang Terpilih! Bima Sakti Ungkap Kriteria Ketat Pemilihan Pemain Diaspora untuk Timnas U-17 Indonesia
-
Di Ambang Kemustahilan, Bisakah Timnas U-24 Indonesia Ukir Sejarah di Asian Games 2022?
-
Ekuador Jadi Ancaman Terbesar, Bisakah Skuad Garuda Asia Kuasai Grup Neraka di Piala Dunia U-17 2023?
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Laka Lantas Kota Malang Renggut 12 Nyawa Selama 2025, 245 Orang Luka-luka
-
Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Nataru 2026, Begini Skema Dishub
-
Pengamanan Wisata Malang Diperketat Jelang Nataru, Polisi Siaga di 183 Destinasi Favorit!
-
54 Napi Lapas Kelas I Malang Dapat Remisi Natal 2025, Tak Ada yang Langsung Bebas!
-
Arema FC vs Madura United Berakhir Dramatis, Duel Sengit di Kanjuruhan Gagal Beri Tiga Poin