SuaraMalang.id - Warga membubarkan pengajian yang digelar di Dusun Beji Geneng, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/06/2023) malam.
Salah seorang warga Desa Sumbersuko, Joni mengungkapkan, pengajian tersebut dibubarkan karena diduga terafiliasi dengan organisasi yang dilarang pemerintah.
“Warga risih dan marah, karena menilai pengajian itu pengajiannya kelompok HTI yang dilarang pemerintah,” ujar Joni dikutip dari Beritajatim.com.
Pengajiam tersebut sebenarnya baru dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, dan pukul 21.00 WIB dibubarkan warga.
Dari spanduk pengajian terlihat tulisan Multaqo Ulama Tapal Kuda, dengan tema Khilafah Mengakhiri Hegemoni Dollar Dengan Dinar dan Dirham.
Petugas keamanan dari TNI dan Polri langsung meluncur ke lokasi pengajian untuk menenangkan massa. Sekitar pukul 22.00 WIB acara pengajian tersebut akhirnya bubar dengan damai.
Mayoritas yang hadir di pengajian tersebut merupakan warga dari luar Kecamatan Purwosari. “Warga sekitar sini yang ikut cuman empat orang, sisanya warga luar semua,” kata warga lainnya, Miftah.
Sementara itu, kepolisian belum memberikan keterangan terkait penyebabnya pembubaran acara tersebut.
“Setelah mendapat informasi tadi itu, kami melakukan pengamanan untuk menenangkan warga. Terkait alasan kenapa acara tersebut dibubarkan, itu yang menangani Polres,” kata Wakapolsek Purwosari, Polres Pasuruan, Iptu Johanes.
Baca Juga: Bikin Nyesek! Sudah Naik Pesawat dan Gelar Pengajian, Baim Wong Batal Pergi Haji: Dikira Prank
Organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dicabut status badan hukumnya oleh pemerintah Indonesia sejak 19 Juli 2017.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok
-
Cari Kendaraan Baru? BRI KKB Expo 2026 Hadirkan Solusi Pembiayaan yang Lebih Mudah
-
Rayakan HUT ke-81 RI, BRI Tebar Promo Spesial
-
Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap
-
Microsleep Sang Sopir Pikap Menghentikan Langkah Kecil Bocah Asal Malang Selamanya