"Kemudian sepanjang pertandingan lagu bonek jancok dibunuh saja terus berkumandang. Kemudian waktu istirahat babak pertama kami masuk ke lorong, di tralis suporter udah ngancam mati kon (kamu) he," terang Yahya menambahkan.
Menurut keterangan Yahya, ada pemain yang cedera dan ditandu keluar lapangan, namun malah mendapatkan lemparan dari suporter tim tuan rumah.
"Setelah selesai pertandingan, pemain lari itu, terjadi pelemparan, semua lari masuk ke kamar ganti. Terus masuk ke kamar ganti memang ada euforia sedikit, terus MO (media officer) nyamperin kami waktu evaluasi cuma 5 menit menuju ke rantis barakuda," jelas Yahya.
Bahkan saat perjalanan dengan rantis, kendaraan rantis yang digunakan para pemain dipukul hingga dilempar.
Sementara itu, di kesaksian RA, tak jauh berbeda. Saat pertandingan berlangsung, suporter tim tuan rumah juga melakukan Psy war pada para pemain maupun manajemen.
"Saat mulai pertandingan sudah mulai ada teriakan, meso-meso, tentara atau apa mencoba menghalau suporter melakukan intimidasi," ujar RA.
Hingga berlangsungnya beberapa menit pertandingan, semakin banyak chant yang dilakukan oleh Aremania, bahkan lemparan pada para pemain.
"Menit ke berapa sudah mulai banyak chant muncul, intimidasi banyak, lemparan waktu mau masuk lorong, setiap ada pelanggaran mereka langsung bereaksi, setelah selesai mereka langsung cepat-cepat lari ke lorong, teman-teman media juga sudah dekat lorong," ucapnya.
"Itu sudah mulai ramai lemparan, chant, Psy war, meso-meso, saya masuk ruang ganti, ada temen masuk mengingatkan waktu kita 5 menit ganti, head coach ke Prescon ada teriakan ayo evakuasi, tensi tinggi, tak jadi masuk ruang Prescon, ada Barakuda dan semuanya masuk dan full, saya masih lihat ada Kapolres Malang, beliau dikawal ke depan," imbuhnya.
Ngerinya lagi, RA bahkan sempat terjebak dalam patwal dan juga truk, yang pada waktu itu dibakar dan dirusak oleh suporter Aremania.
"Patwal pertama dilempari, saya di patwal kedua, saya tak bisa keluar, terus saya pasang action cam, barikade depan sudah dibuangi oleh satu orang, orangnya sempat melihat saya," ujarnya.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Tag
Berita Terkait
-
Sidang Pledoi Tragedi Kanjuruhan, Terdakwa Security Officer Sebut Jadi Korban PSSI dan LIB : Kok Bisa ?
-
Belum Pernah Ada Ketum PSSI Seperti Iwan Bule, Menpora: Hadapi Pandemi dan Tragedi Kanjuruhan
-
Soal Kanjuruhan, Jokowi Jawab di Lain Waktu dan Ha-ha, Netizen: 135 Nyawa Direspons Ketawa, Luar Biasa Empatinya!
-
Berikan Keterangan di Sidang Kasus Kanjuruhan, Dosen UGM Ini Beri Hormat Pada Polisi yang Bertugas Pada Waktu Itu
-
Respon Remeh Jokowi Saat Ditanya Soal Kanjuruhan Disorot Warganet: Suram!
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule
-
Ekstra 27.000 GarudaMiles, Keuntungan Perjalanan untuk Nasabah BRI Prioritas
-
Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja
-
BRI InFrame 2026 Resmi Dibuka, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan
-
BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up