Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Rabu, 15 Februari 2023 | 08:17 WIB
Manajer Persebaya Yahya Alkatiri yang dikawal oleh puluhan Bonek di persidangan Tragedi Kanjuruhan. (SuaraJatim/Dimas Angga)

Aremania lempari tim official Persebaya

Selain itu, Yahya juga menyebutkan jika suporter tim tuan rumah sudah mulai Psy war pada para pemain Persebaya pada tanggal 1 Oktober 2022 lalu.

"Sampai sana sekitar jam 6. Rantis itu belum dapat teror, cuma dimaki-maki aja, tapi karena rantis gak denger. Intinya keliatan di luar orang marah-marah. Saat pemanasan mulai terdengar chant Bonek Jancok dari tribun," ujar Yahya.

Tak hanya itu, saat pertandingan berlangsung, tim Persebaya pada waktu itu terus mendapatkan teror, bahkan hingga saat jedah waktu babak pertama.

Baca Juga: Sidang Pledoi Tragedi Kanjuruhan, Terdakwa Security Officer Sebut Jadi Korban PSSI dan LIB : Kok Bisa ?

"Waktu itu main, ada di tribun depan saya, kalau gak salah timur, ada salah satu mungkin koordinator suporter membentangkan spanduk 'kiamatmu di malang'," katanya.

"Kemudian sepanjang pertandingan lagu bonek jancok dibunuh saja terus berkumandang. Kemudian waktu istirahat babak pertama kami masuk ke lorong, di tralis suporter udah ngancam mati kon (kamu) he," terang Yahya menambahkan.

Menurut keterangan Yahya, ada pemain yang cedera dan ditandu keluar lapangan, namun malah mendapatkan lemparan dari suporter tim tuan rumah.

"Setelah selesai pertandingan, pemain lari itu, terjadi pelemparan, semua lari masuk ke kamar ganti. Terus masuk ke kamar ganti memang ada euforia sedikit, terus MO (media officer) nyamperin kami waktu evaluasi cuma 5 menit menuju ke rantis barakuda," jelas Yahya.

Bahkan saat perjalanan dengan rantis, kendaraan rantis yang digunakan para pemain dipukul hingga dilempar.

Baca Juga: Belum Pernah Ada Ketum PSSI Seperti Iwan Bule, Menpora: Hadapi Pandemi dan Tragedi Kanjuruhan

Sementara itu, di kesaksian RA, tak jauh berbeda. Saat pertandingan berlangsung, suporter tim tuan rumah juga melakukan Psy war pada para pemain maupun manajemen.

Load More