SuaraMalang.id - Warganet ramai-ramai mengkritik Ketua DPR RI Puan Maharani. Sampai hari ke 40 pasca-Tragedi Kanjuruhan Malang, pimpinan para wakil rakyat itu belum sekalipun berkunjung ke Kanjuruhan.
Belakangan, Puan justru mengunggah foto-fotonya sedang menaruh karangan bungan di Itaewon, ikut berbelasungkawa dalam Tragedi Itaewon saat malam Hallowen beberapa waktu silam. Di waktu yang sama, di Malang sedang berlangsung peringatan 40 hari tragedi kanjuruhan yang menewaskan 135 orang.
Unggahan Puan ini segera menuai kritik dari netizen. Banyak yang menyesalkan apa yang dilakukan Puan Maharani tersebut. Bahkan warganet ramai-ramai menyerbu kolom komentarnya, meminta Puan ke Kanjuruhan setelah dari Korea.
"@puanmaharani_ri Jangan lupa pulang segera mampir ke Kanjuruhan ya Bu ," tulis akun @BetaEpsilonPhi.
"@puanmaharani Cocok jadi Capres di Korea. Sudah datang mengunjungi korban tragedi Kanjuruhan??" akun lainnya menulis komentar begitu, @tjapoenglaut.
"@puanmaharani_ri Lalu yg didepan mata anda gmn? How about KANJURUHAN disaster?," tulis akun @MahaD3w4.
"Ketua dewan perwakilan ni ngewakilin suara siapa si sebenernya???," tulis akun @psyducknM1234.
Aremania gelar peringatan 40 hari tragedi
Kamis kemarin, 10 November 2022, ribuan Aremania menggelar aksi peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya.
Baca Juga: 'Ibu Belum Mendatangi Kanjuruhan', Polemik Puan dan Megawati Nyekar ke Lokasi Tragedi Itaewon
Aremania ini memakai atribut hitam-hitam menggelar konvoi, kemudian menggelar aksi di Stadion Kanjuruhan dengan mengusung ratusan keranda mayat. Mereka berorasi di sana meminta kasus tersebut diusut tuntas.
Aremania bahkan membentangkan poster besar berisik kritik kepada kepolisian. Poster kain besar itu bertuliskan: "Urus Bokep Gerak Cepat, Urus Tragedi Lemah Syahwat."
Salah satu Koordinator aksi damai Aremania, Amin Fals, mengatakan para pelaku penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 tersebut, juga harus menjalani proses pidana dan bertanggung jawab terhadap aksi yang dilakukan saat itu.
"Siapa yang menembak, eksekutor lapangan harus diproses. Meski sudah masuk pengadilan etik, tapi (proses) pidana juga harus," kata Amin menjelaskan.
Amin menjelaskan, saat ini baru ada enam tersangka yang telah ditetapkan oleh pihak kepolisian terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, yang menewaskan 135 orang tersebut.
Hal itu dirasa belum cukup, karena para pelaku penembakan gas air mata, hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka.
Berita Terkait
-
'Ibu Belum Mendatangi Kanjuruhan', Polemik Puan dan Megawati Nyekar ke Lokasi Tragedi Itaewon
-
Tak ke Kanjuruhan Tapi Nongolnya di Itaewon, Puan Maharani Ketua DPR RI Diprotes Habis-habisan
-
Puan Maharani Panen Kritik Usai Nyekar di Itaewon, Warganet Sarankan Ikut 40 Harian ke Kanjuruhan
-
Puan Maharani ke Itaewon, The Panturas: Kami Kudu Jadi Anggota DPR?
-
CEK FAKTA: Benarkah Video Bernarasi Puan Maharani Diusir dengan Cara Licik, Megawati Bubarkan Acara?
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
BRI InFrame 2026 Resmi Dibuka, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan
-
BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up
-
BRI Kartu Kredit Tawarkan Cicilan 0% untuk Pengunjung Pestapora 2026
-
BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio
-
BRIZZI ARKIV Ajak Anak Muda Jelajahi dan Bawa Pulang Karya Lokal