SuaraMalang.id - Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini mengalami penurunan. Pembangunan di Kabupaten Jember sudah berada di jalur yang tepat.
Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, jumlah penduduk miskin ekstrem di Jember berkurang dari 41.090 jiwa atau 1,66 persen dari jumlah penduduk pada 2021 menjadi 26.790 jiwa atau 1,08 persen tahun ini. Sebagai perbandingan, persentase jumlah penduduk ekstrem miskin di Bondowoso 1,49 persen, di Situbondo 0,87 persen, Lumajang 1,29 persen, Banyuwangi 0,99 persen.
“Alhamdulillah, angka kemiskinan kita mulai menurun. Tapi masih banyak. Ini menjadi motivasi bagi kami, bahwa apa yang kami lakukan sudah berada di relnya. Tinggal melakukan percepatan dan memeratakan (pertumbuhan ekonomi positif) lagi,” kata Bupati Hendy Siswanto, Selasa (1/11/2022), dilansir BeritaJatim.com--jaringan SuaraMalang.id.
Kuncinya ada pada daya beli masyarakat. “Pasar-pasar di daerah-daerah harus bergerak bersama-sama. Kalau semua difokuskan masuk ke kota, tentu implikasinya zona area (transaksi ekonomi) tidak terlalu luas,” kata Hendy.
Setelah memperbaiki sebagian besar infrastruktur jalan, Hendy ingin menghidupkan pasar-pasar di desa. “Biar di situ ada transaksi ekonomi. Posisi kita sekarang peringkat ke-21 di Jatim. Saya target pada 2023, bisa lebih ada daya ungkit lagi,” katanya.
Tahun 2023 adalah tahun ekonomi kerakyatan di Jember. “Selama satu tahun penuh harus ada transaksi ekonomi produk lokal kita. Saling membeli. Local wisdon kita harus dipacu betul. Itu harus dimulai dari pemangku kebijakan, mulai dari tingkat kabupaten hingga RT dan RW bergerak bersama-sama,” kata Hendy.
Bagaimana dengan ancaman resesi ekonomi tahun depan? “Saya tidak terlalu khawatir, asalkan kita berkomitmen sama-sama APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) kita menjadi stimulan. APBD harus kami mulai paling lambat 5 Januari 2023 sudah tanda tangan kontrak (pekerjaan). Mereka (rekanan) bisa ambil down payment (uang muka) dan ini bisa menggerakkan ekonomi kita,” kata Hendy.
Tujuh puluh organisasi perangkat daerah harus membuat kegiatan yang berdampak ekonomi. “Tidak harus memakai APBD, tapi memakai swadaya masyarakat. Swadaya masyarakat harus digerakkan bersama. Contoh: kerja bakti, lomba-lomba, menggerakkan anak-anak belajar di luar sekolah. Transaksi ekonomi akan terjadi. Ada kegiatan yang bersifat massif dan melibatkan usaha mikro kecil menengah,” kata Hendy.
Baca Juga: Raih Penghargaan Perlindungan Nelayan, Bupati Jember: Kami Tidak Berpuas Diri
Berita Terkait
-
Raih Penghargaan Perlindungan Nelayan, Bupati Jember: Kami Tidak Berpuas Diri
-
Malam-Malam Bau Bangkai, Warga Kaliwates Jember Dibuat Resah Kemunculan 3 Bunga Rafflesia
-
Terungkap Penyebab Bocah SMP di Jember Tewas Terseret Arus Sungai
-
Profil Nora Alexandra Si Cantik dan Seksi yang Sempat Mau Bunuh Diri dan Stres
-
Wow! Sesi Foto Bikini, Body Goal Istri Jerink SID Super Seksi: Ada yang Nyahut Ingatkan Norma Indonesia
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Lewat 1,06 Juta BRILink Agen
-
Dicekal di Pintu Pesawat Saat Hendak Umrah, Kiai Marzuqi Curiga Ada yang Pesan ke Intelijen Saudi
-
BRI Optimalkan Momentum MotoGP Mandalika untuk Perluas Peluang Bisnis
-
Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026
-
BRI Kembali Pimpin Peringkat Merek Paling Bernilai di Indonesia, Pertahankan Prestasi