Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Minggu, 30 Oktober 2022 | 09:44 WIB
Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana (3/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa]

Kendati begitu, pria yang tenar disebut sebagai Gilang Juragan 99 ini mengaku bahwa alasannya mundur bukan karena pemeriksaan polisi.

Dalam jumpa pers di Kota Malang, Sabtu (29/10/2022), Gilang mengatakan, pengunduran diri tersebut ia lakukan karena dirinya merasakan kesedihan cukup mendalam atas tragedi Kanjuruhan tersebut.

"Per hari ini saya mundur dari Presiden Arema FC. Saya sangat merasakan kesedihan," kata Gilang.

Ia berjanji pula, meskipun saat ini dirinya tidak lagi berada di Arema FC, tetapi tanggung jawab moral, termasuk tanggung jawab kepada korban tragedi Kanj

Baca Juga: Libur Akhir Pekan Anda Bisa Tenang, Malang Raya Kemungkinan Berawan Hari Ini

5. Teror bom di Lapas Lowokwaru Malang

Teror pelemparan bom dialami salah satu staf Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas I Malang atau Lapas Lowokwaru, Kota Malang, Abdul Azis, Senin (24/10/2022) lalu.

Pelemparan bom bondet atau bom ikan itu terjadi di rumah pribadi Aziz di daerah Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Berdasarkan rekaman CCTV, kejadian sekitar pukul 10.45 WIB,” ujar Kakanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji melalui siaran pers tertulisnya hari ini, Sabtu (29/10/2022).

Zaeroji menerangkan, rekaman CCTV itu memperlihatkan dua orang berboncengan naik sepeda motor tanpa pelat nomor. Tampak pula tas kecil abu-abu berisi bahan peledak ditenteng pelaku.

Baca Juga: TGIPF Tragedi Kanjuruhan Nyatakan KLB PSSI Sesuai Rekomendasi, Mahfud: Sudah Persis, Mempercepat Kongres Luar Biasa

Load More