SuaraMalang.id - Hingga hari ke-21 setelah terjadinya Tragedi Kanjuruhan, korban yang masih terpantau dalam kondisi kritis berjumlah dua orang.
Hingga kini, kedua korban peristiwa paling berdarah dalam persepakbolaan nasional tersebut masih menjalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Pernyataan tersebut disampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Malang Wiyanto Wijoyo. Ia menyebutkan, selain dua kritis, empat korban lainnya juga masih menjalani rawat inap di RSSA Kota Malang.
"Untuk korban yang rawat inap sekarang masih ada enam orang. Di RSSA Malang ada empat, dua diantaranya di ruang ICU. Sedangkan dua korban lagi di RSUD Kanjuruhan Kepanjen," ucap Wijoyo yang juga Kepala Posko Crisis Center Tragedi Kanjuruhan seperti dikutip Beritajatim.com-jaringan Suara.com pada Jumat (21/10/2022) sore.
Wijoyo mengemukakan, dua korban yang masih dalam kondisi kritis masih membutuhkan perawatan intensif.
"Dua korban yang di ruang ICU karena membutuhkan penanganan intensif. Sehingga ketika kondisinya kritis, bisa cepat mendapat penanganan. Sedangkan yang dirawat di ruang biasa, periode kritisnya sudah berlalu," ujarnya.
Ia melanjutkan, hingga saat ini tercatat ada 794 orang yang menjadi korban dalam Tragedi Kanjuruhan.
Dalam rinciannya, Wijoyo mengemukakan, jumlah luka ringan 586 orang, kemudian luka sedang 50 orang dan luka berat 24 orang. Sedangkan, korban meninggal dunia 134 orang.
"Untuk jumlah korban luka ringan dan sedang bisa saja ada perubahan karena belum tercantum. Ini tadi juga ada tambahan data dari Polres Malang yang masih akan kami tindak lanjuti. Karena bisa jadi korban ini menjalani perawatan mandiri di rumah, namun belum tersentuh oleh petugas," katanya.
Baca Juga: Komnas HAM: Gas Air Mata Penyebab Utama Terjadinya Tragedi Kanjuruhan
Sebelumnya pada Jumat (21/10/2022), seorang korban Tragedi Kanjuruhan yang masih belia, Reivano Dwi Afriansyah akhirnya mengembuskan napas terakhir sekira jam 06.45 WIB di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSSA Malang dr I Wayan Agung mengemukakan, Reivano sempat dirawat di Rumah Sakit Hasta Husada, Kepanjen sebelum dirujuk ke RSSA.
"Dia sempat dirujuk dari Hasta Husada. Sejak masuk RSSA tidak pernah keluar ICU dan tidak pernah lepas dari ventilator. Kondisinya naik turun terus," ujar Wayan seperti dikutip Times Indonesia-jaringan Suara.com pada Jumat (21/10/2022).
Ia juga mengungkapkan, kondisi Reivano terus menurun sebelum dirawat di RSSA Malang. Menurut catata RSSA, Reivano dirawat 21 hari, dengan 18 hari di antaranya dirawat intensif di RSSA Malang.
Dari catatan medis RSSA, kondisi nafas Reivano tidak stabil. Bahkan, korban yang masih berusia 17 tahun tersebut memiliki luka di kepala, tulang selangka atau fraktur klavikula dan tulang dada.
"Kondisi napasnya tidak stabil. Ada luka di kepala, di tulang dada, tulang klavikula (selangka). Lalu cedera kepala," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gunung Semeru Membara: Nasib 170 Pendaki di Ranu Kumbolo Akhirnya Terjawab
-
Koperasi Awards 2026: BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Dukung Ekonomi Kerakyatan
-
Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!
-
BRI Gelar Semarak Merah Putih di Sofifi Maluku Utara, UMKM Lokal Ikut Tumbuh
-
Wajah Baru Stasiun Malang 2026: Tak Lagi Sekadar Transit, Bakal Jadi Surga UMKM