SuaraMalang.id - Penyelidikan dan penanganan hukum kasus Tragedi Kanjuruhan Malang masih menjadi sorotan masyarakat kemarin, Senin (10/10/2022). Misalnya upadte penyelidikan kasus sampai cerita-cerita sisi lainnya terkait para korban dan cerita malam peristiwa.
Nah berikut ini kisah-kisahnya:
1. Temua fakta-fakta kekerasan dalam Tragedi Kanjuruhan
Tragedi Kanjuruhan, di Kabupaten Malang yang menewaskan 130 korban pada insiden Sabtu (1/10/2022) malam meninggalkan sejumlah fakta yang ditemukan oleh Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil. Sedikitnya ada 12 fakta kekerasan yang ditemukan hingga mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.
Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil yang tergabung dari LBH Pos Malang, LBH Surabaya, YLBHI, Lokataru, IM 57+ Institute dan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) telah melakukan investigasi selama kurang lebih tujuh hari.
Tim mendapatkan temuan awal yang diduga kekerasan tersebut merupakan kejahatan sistematis yang tak hanya menyeret pelaku lapangan saja.
"Selain itu, kami menduga timbulnya korban jiwa akibat dari efek gas air mata yang digunakan oleh aparat kepolisian," kata Daniel Alexander dari LBH Surabaya Pos Malang seperti dikutip dari Beritajatim.com jaringan Suara.com Senin, (10/10/2022).
2. Cerita para Security Officel di malam tragedi
Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 131 nyawa melayang hingga kini masih diusut Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk pemerintah. Dalam kasus tersebut, polisi telah menetapkan enam tersangka, salah satunya Security Officer Arema FC Suko Sutrisno yang dianggap lalai terkait terkuncinya pintu gerbang di stadion tersebut.
Baca Juga: Soal Gas Air Mata Kedaluwarsa di Tragedi Kanjuruhan, Rhenald Kasali : Itu Penyimpangan
Menjawab tuduhan tersebut, Suko menyatakan tidak pernah memerintahkan anak buahnya menutup sejumlah pintu Stadion Kanjuruhan saat berlangsungnya pertandingan Arema FC Vs Persebaya di kandang tim berjuluk Singo Edan. Ia pun meminta maaf atas terjadinya peristiwa di Kanjuruhan.
"Pertama, saya ucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya pada Aremania. Ini adalah bentuk dari tanggung jawab saya. Saya akan patuh dalam proses hukum ini. Tetapi saya ingin ada keadilan dan usut tuntas," ujar Suko seperti dkutip Beritajatim.com-jaringan Suara.com pada Senin (10/10/2022).
Ia mengungkapkan, selama ini ada delapan orang match steward yang berjaga di setiap pintu stadion. Ia memastikan, jika pintu selalu dibuka sebelum laga dan tidak pernah ditutup hingga pertandingan bubar.
3. Fakta diungkap TGIPF
Perlahan tapi pasti, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan bentukan pemerintah mulai membeberkan fakta di balik terjadinya peristiwa berdarah usai laga derbi Jatim yang mempertemukan Arema FC Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022)
Salah satunya terkait alasan laga tersebut tetap digelar pada malam hari. Anggota TGIPF Rhenald Kasali mengemukakan, alasan laga tersebut sengaja digelar pada malam hari untuk mengakomodir tayangan iklan rokok di televisi.
Berita Terkait
-
Soal Gas Air Mata Kedaluwarsa di Tragedi Kanjuruhan, Rhenald Kasali : Itu Penyimpangan
-
Imbas Tragedi Stadion Kanjuruhan Polri Lakukan Rotasi Jabatan Internal, Fadlizon : Wajar Apabila dicopot
-
Gas Air Mata yang Digunakan di Stadion Kanjuruhan Diduga Kedaluwarsa, Mata Korban Hitam
-
Dewan Pembina PSSI Minta Iwan Bule Tidak Mundur: Bereskan, Tanggung Jawab!
-
FIFA Tiba di Indonesia, Bertemu PSSI dan Iwan Bule, Ini yang Dibahas
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kuli Bangunan Pretheli 17 Tower Telekomunikasi di Malang
-
BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK
-
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri
-
Misteri Jasad Wanita Tanpa Identitas di Dalam Sumur Gegerkan Warga Bululawang