Chandra Iswinarno
Senin, 10 Oktober 2022 | 16:49 WIB
Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto bersama jajaran lain bersujud ditengah-tengah apel pagi di Halaman Mapolresta Malang Kota, Senin (10/10/2022). (Foto: Humas Polresta Malang Kota/TIMES Indonesia)

SuaraMalang.id - Anggota Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang yang melakukan apel di halaman Mapolresta pada Senin (10/10/2022) pagi berubah menjadi sujud memohon ampun dan menghaturkan maaf yang terdalam kepada korban dan keluarga Tragedi Kanjuruhan yang sebabkan 131 orang meninggal.

Sujud tersebut dilakukan spontan oleh jajaran anggota bersama Kapolresta Malang Kota. Ketika dikonfirmasi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan, tindakan sujud dan memohon tersebut dilakukan bersamaan.

"Secara spontan memohon kepada sang pencipta dan permohonan maaf kepada korban dan keluarganya (korban Aremania di tragedi Kanjuruhan Malang)," ujarnya seperti dikutip Times Indonesia-jaringan Suara.com pada Senin (10/10/2022).

Saat sujud dilakukan, mendadak suasana hening dan haru terasa. Terlepas dari itu, sebagai rasa tanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan Malang, jajaran Polresta Malang Kota juga tak henti-hentinya memberikan semangat dan bantuan kepada seluruh korban tragedi Kanjuruhan.

Seperti yang dilakukan kepada seorang korban Tragedi Kanjuruhan, Alfiansyah, di Jalan Bareng Raya 2G, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Alfiansyah kini menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Malang.

Kombes Budi saat itu menyambangi langsung kediaman Alfian dan memastikan anak tersebut diangkat sebagai anak asuh Polresta Malang Kota. Mulai dari biaya sekolah, Polresta Malang Kota akan menanggung hingga menata kondisi fisik dan kesehatannya untuk mencapai cita-citanya kelak.

Dalam tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan sekitar 131 Aremania ini membuat jajaran Polresta Malang Kota sangat berempati atas tragedi ini. Apalagi secara historis, sebagai 'Arema Police', kedekatan selama ini yang dibangun cukup panjang dan erat, menyimpan sejuta emosional turut berbelasungkawa atas tragedi tersebut.

"Kita berempati dan sebagai keluarga besar Arema Police, dengan kedekatan historis yang cukup panjang dan erat. Merasa belasungkawa atas peristiwa tersebut," tuturnya.

Ia juga berharap, seraya memanjatkan doa agar situasi Kamtibmas di Kota Malang bisa kembali kondusif dan doa-doanya dikabulkan.

Baca Juga: Klaim 131 Korban Tewas di Tragedi Kanjuruhan Bukan Akibat Gas Air Mata, Polri: Penyebab Kematian Kekurangan Oksigen!

"Kami memohon juga agar situasi kembali kondusif. Kabulkan doa kami," katanya.

KONTAK BANTUAN

Seburuk apapun masalah dan kondisi yang dialami oleh para korban dan keluarga korban Tragedi Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, tindakan emosional, berpikir negatif dan bahkan melakukan tindakan kriminal, bukanlah solusi yang baik. Jika para korban dan keluarga korban mengalami masa sulit, stres, trauma atau hampa dalam hidup seperti depresi, atau jika Anda memiliki keluarga atau kenalan yang mengalami kesulitan tersebut, segera hubungi hotline Pusat Layanan Psikososial bagi Korban dan Keluarga Korban Terdampak Tragedi Stadion Kanjuruhan dengan menghubungi: (0812 3257 5796). Tim Trauma Healing akan mendampingi Anda.

Layanan Trauma Healing ini menjadi pilihan Anda dan bisa meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan langsung bisa datang ke Posko yang sudah ada dan sudah disiapkan oleh tim yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Malang dan bekerja sama dengan banyak pihak. Atau bisa datang ke kantor TIMES Indonesia di TIMES SQUARE IJEN, Jl Besar Ijen No 90-92 Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, atau bisa klik link website ini: timesindonesia.co.id

Load More