Chandra Iswinarno
Senin, 10 Oktober 2022 | 14:08 WIB
Suporter sepak bola meletakkan atribut Arema saat mengikuti doa bersama bagi korban Tragedi Kanjuruhan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (3/10/2022). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.

Terlihat banyak korban tergeletak di beberapa pintu, terutama gate 13. Ia kemudian menemukan rekannya dalam kondisi terkapar di area parkir stadion.

Banyak memar di tubuh korban dan mata merah diduga akibat gas air mata. Selain itu, kaki mengalami patah tulang. Lantas, ia meminta bantuan aparat kepolisian yang tidak jauh dari lokasi. Namun, polisi justru ogah menolong.

"Saya marahi polisi karena tidak membantu, dia melihat saja," ujarnya.

"Pak, saya minta tolong korban dipinggirkan dulu,"

Tidak lama kemudian, datang anggota TNI menolong dan membawa korban ke truk untuk diantar ke Rumah Sakit Wava Husada, Kepanjen.

"Di dalam truk sudah ada dua jenazah mbak-mbak (wanita)," kenangnya.

Kontributor : Aziz Ramadani

Load More