Sekitar 20 orang akhirnya masuk ke ruangan yang tidak cukup besar itu. lantaran menghindari udara yang telah bercampur gas air mata.
Selama sembilan tahun dia tinggal di warungnya, Diah mengaku baru kali ini melihat kejadian yang membuatnya syok. Belum lagi, tak sedikit supporter Arema yang masuk ke warungnya itu anak kecil. Ada yang usianya lima tahun. Banyak perempuan juga.
"Saya tidak bisa ngebayangkan traumatik yang mereka rasakan. Saya saja, trauma dengan kejadian itu. Tapi, memang chaos banget kemarin itu. Saya sih tidak tahu seperti apa yang terjadi di dalam stadion. Tapi, kalau di luar lapangan, ya berhamburan. Ada yang dibopong," ungkapnya.
Diah mengaku bersyukur, lantaran di malam itu tidak ada gas air mata yang masuk menerobos ke ruangan tempatnya tinggal.
Baca Juga: Kengerian di Pintu 13 Oleh Sulastri: Sang Suami Berkorban Demi Cucu (Part 2)
"Nggak tahu lagi kalau sampai masuk. Kan ruangan ini sangat tertutup ya," terangnya.
Cukup lama para suporter itu berlindung di warungnya. Ketika dipastikan kondisi sudah aman, barulah mereka keluar.
"Lupa pastinya jam berapa. Tapi, mereka keluar itu sudah pagi. Mungkin sekitar pukul 03.30 WIB. Jadi, sudah aman di luar, barulah mereka berani keluar. Itu juga, lihatnya sambil ngintip-ngintip," tambahnya.
Ketika mereka keluar, dia melihat banyak supporter bergeletakan di depan warungnya. Ada juga yang berusaha mencuci mukanya karena pedih terkena gas air mata itu. Pun banyak mobil mondar mandir membawa supporter yang sudah tak sadarkan diri pun yang telah meninggal dunia.
"Ketika mereka keluar, ya saya langsung masuk lagi. Saya gak mau liat kejadian di luar itu. Sangat mengerikkan malam itu. Hal terburuk yang pernah terjadi di stadion ini, selama saya ngontrak di sini," ungkapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memastikan jumlah korban meninggal tragedi Kanjuruhan sejumlah 131 orang. Angka tersebut berasal dari posko postmortem crisis center per Selasa (4/10/2022).
Berita Terkait
-
Charles Lokolingoy Soroti Pentingnya Jeda Internasional untuk Mental Pemain
-
Fedi Nuril Sentil Jokowi Lewat Video Tragedi Kanjuruhan, Ekpresi Mahfud MD Diomongin
-
Anggap Kartu Merah Maciej Gajos Tak Adil, Carlos Pena Meradang
-
Persija Dipecundangi Arema, Carlos Pena: Rumput Stadion Patriot Buruk!
-
Cetak Gol Indah dari Tengah Lapangan, Rizky Ridho Minta Maaf
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan
-
Program BRI Menanam "Grow & Green Diwujudkan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno