Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Rabu, 05 Oktober 2022 | 22:54 WIB
Gerbang 13 Stadion Kanjuruan menjadi saksi bisu berjatuhannya Aremania-Aremanita. [Suara.com/Dimas Angga]
Suporter Arema FC (Aremania) menabur bunga di Patung Singa Stadion Kanjuruhan, Malang, jawa Timur, Minggu (2/10/2022). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc]

Sekitar 20 orang akhirnya masuk ke ruangan yang tidak cukup besar itu. lantaran menghindari udara yang telah bercampur gas air mata.

Selama sembilan tahun dia tinggal di warungnya, Diah mengaku baru kali ini melihat kejadian yang membuatnya syok. Belum lagi, tak sedikit supporter Arema yang masuk ke warungnya itu anak kecil. Ada yang usianya lima tahun. Banyak perempuan juga.

"Saya tidak bisa ngebayangkan traumatik yang mereka rasakan. Saya saja, trauma dengan kejadian itu. Tapi, memang chaos banget kemarin itu. Saya sih tidak tahu seperti apa yang terjadi di dalam stadion. Tapi, kalau di luar lapangan, ya berhamburan. Ada yang dibopong," ungkapnya.

Diah mengaku bersyukur, lantaran di malam itu tidak ada gas air mata yang masuk menerobos ke ruangan tempatnya tinggal.

Baca Juga: Kengerian di Pintu 13 Oleh Sulastri: Sang Suami Berkorban Demi Cucu (Part 2)

"Nggak tahu lagi kalau sampai masuk. Kan ruangan ini sangat tertutup ya," terangnya.

Cukup lama para suporter itu berlindung di warungnya. Ketika dipastikan kondisi sudah aman, barulah mereka keluar.

"Lupa pastinya jam berapa. Tapi, mereka keluar itu sudah pagi. Mungkin sekitar pukul 03.30 WIB. Jadi, sudah aman di luar, barulah mereka berani keluar. Itu juga, lihatnya sambil ngintip-ngintip," tambahnya.

Ketika mereka keluar, dia melihat banyak supporter bergeletakan di depan warungnya. Ada juga yang berusaha mencuci mukanya karena pedih terkena gas air mata itu. Pun banyak mobil mondar mandir membawa supporter yang sudah tak sadarkan diri pun yang telah meninggal dunia.

"Ketika mereka keluar, ya saya langsung masuk lagi. Saya gak mau liat kejadian di luar itu. Sangat mengerikkan malam itu. Hal terburuk yang pernah terjadi di stadion ini, selama saya ngontrak di sini," ungkapnya.

Baca Juga: Sempat Disebut Diculik, LPSK Minta Kelpin Perekam Kengerian di Pintu 13 Kanjuruhan Ajukan Perlindungan

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memastikan jumlah korban meninggal tragedi Kanjuruhan sejumlah 131 orang. Angka tersebut berasal dari posko postmortem crisis center per Selasa (4/10/2022).

Load More