Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Rabu, 05 Oktober 2022 | 22:54 WIB
Gerbang 13 Stadion Kanjuruan menjadi saksi bisu berjatuhannya Aremania-Aremanita. [Suara.com/Dimas Angga]

"Kalah kok nyumet mercon (kalah kok nyalahin petasan)," celetuk Anis.

Sekira 15 menit berselang, pasangan ini pun merasakan perih di matanya hampir di waktu yang berbarengan. Disusul dengan teriakan yang mereka dengar tak jauh dari warungnya, yang tak jauh dari Gate atau Pintu 13.

Sejumlah sepatu menjadi saksi bisu di salah satu Gate Stasiun Kanjuruhan, Kepanjen, Malang ditaburi bunga oleh warga yang berdoa pada Selasa (4/10/2022). [Suara.com/DImas Angga Perkasa]

Fathur yang mendengarkan teriakan-teriakan tersebut pun langsung mengecek sumber suara teriakan.

Ternyata di Gate 13 tampak ratusan suporter Aremania-Aremanita menggebrak-gebrak pintu gerbang 13 dan asap terlihat mengepul di bagian ventilasi yang bersebelahan dengan pintu gerbang tribun 13.

Baca Juga: Kengerian di Pintu 13 Oleh Sulastri: Sang Suami Berkorban Demi Cucu (Part 2)

Karena di dalam semakin sesak, para suporter memukul ventilasi hingga jebol. Fathur mencoba membantu sebisa mungkin suporter yang merangkak naik dan keluar dari ventilasi yang sudah rusak tersebut. Bahkan perlengkapan berdagangnya juga menjadi alat untuk membantu mengeluarkan para suporter yang terjebak di dalam Gate 13.

Tak lama berselang, pintu besi Gate 13 akhirnya dibuka dan para suporter berebut keluar. Fathur dan beberapa orang mencoba membantu dari luar.

"Banyak perempuan dan anak-anak waktu itu," katanya.

Saat itu, ia berusaha membantu beberapa suporter yang terkapar di sekitar Gate 13. Air yang dimilikanya pun digunakan untuk mengusap wajah para korban.

Suasana kian kacau, tatkala erangan ratusan suporter di sekitar kedai dan gate 13 makin menjadi. Terlebih lagi, air untuk membasuh wajah para suporter di kedainya sudah habis.

Baca Juga: Sempat Disebut Diculik, LPSK Minta Kelpin Perekam Kengerian di Pintu 13 Kanjuruhan Ajukan Perlindungan

Akhirnya beberapa orang dari suporter tersebut dilarikan ke rumah sakit dengan kendaraan seadanya. Bahkan saat itu, beberapa rekan dari suporter juga berebut mobil untuk membawa korban ke rumah sakit.

Load More