SuaraMalang.id - "Jika kami imbang, ini tidak akan terjadi," ini penyesalan Javier Roca. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Hasil laga tak bisa berganti. Tangis tak mungkin membangkitkan yang mati.
Kekalahan Singo Edan dari seteru abadinya, Bajol Ijo Persebaya dengan skor 2-3 itu sudah terjadi. Dan kekalahan memang menyakitkan. Tapi tragedi setelah itu lebih perih lagi. Ratusan mayat bergelimpangan, ada ratapan, jerit juga tangisan.
Pelatih Arema FC asal Chili itu lantas berandai-andai, jika saja Arema FC tidak kalah dari Persebaya dalam pertandingan Sabtu (1/10/2022) malam itu, kejadian kelam ini tidak akan terjadi.
"Saya hancur secara mental," ujarnya menangis, saat tabur bunga bersama tim Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, tiga hari setelah laga dan tragedi memilukan di Kanjuruhan, Senin (3/10/2022).
Ia lantas mengenang malam kelam itu. Tragedi terjadi ketika petugas menghalau dengan memukul dan menendang suporter dan mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter.
Suporter di tribun yang mulai sesak nafas berdesakkan turun dari tribun dan keluar stadion. Malang, bagi suporter. Pintu keluar stadion terkunci.
Suporter yang sesak nafas saling himpit dan berdesakan mencoba menjebol pintu dan ventilasi. Mereka yang tidak kuat akhirnya pingsan dan meninggal karena kehabisan nafas dan mungkin terinjak-injak oleh kawan-kawannya yang lain.
Roca yang sudah malang melintang di kompetisi sepak bola Indonesia sebagai pemain dan pelatih bercerita mengenai kondisi kamar ganti pada malam naas itu.
Pelatih berusia 45 tahun ini awalnya tidak menyadari sepenuhnya mengenai kondisi usai pertandingan. Apalagi waktu itu, dirinya harus menjalani prosesi wajib konferensi pers usai pertandingan.
"Ketika saya kembali dari konferensi pers, saya menemukan tragedi. Para pemain lewat dengan korban di tangan mereka," urai Roca sambil menangis, dikutip dari TimesIndonesia, jejaring media suara.com.
"Yang paling mengerikan adalah ketika korban masuk untuk dirawat oleh tim dokter (di ruang ganti). Sekitar dua puluh orang masuk dan empat meninggal. Ada suporter yang meninggal di pelukan pemain," ungkapnya.
Roca juga mengucapkan maaf atas kekalahan Arema FC yang kemudian memicu peristiwa ratusan nyawa melayang. Sebagai pelatih, ia meminta suprter Aremania tidak menyalahkan dan menyerang pemain. Menurutnya, kekalahan adalah tanggung jawabnya sebagai pelatih. Ia pun siap jika dipecat sebagai pelatih Singo Edan.
"Kita bisa belajar dari sini. Ini puncak kesalahan semua pihak, termasuk kita. Untuk itu kita mulai dari titik nol. Setelah kejadian ini semoga tidak ada lagi nyawa yang hilang dalam stadion. Baik saat pertandingan sepakbola atau olahraga lain," tuturnya.
"Dari dalam hati saya meminta maaf pada Aremania dan warga Malang. Kalau mau mempertanyakan kualitas permainan, itu semua tanggung jawab saya," kata Javier Roca terkait tragedi Stadion Kanjuruhan yang membuat 125 orang tewas.
Berita Terkait
-
Suasana Duka Dibawah Gemercik Hujan, Viking The Jak di Cianjur Berkabung Nyalakan Lilin Terangi Tragedi Kanjuruhan
-
Liga 1 2022-2023 Libur, I Made Wirawan Tetap Lakukan Latihan Tambahan dan Rutin
-
Sederet Pernyataan Kompolnas Soal Tragedi Kanjuruhan, Sebut Tak Ada Perintah Tembakkan Gas Air Mata
-
FOTO: Mural dan Spanduk Seruan Hentikan Rivalitas Antarsuporter Lewat Jargon Mataram is Love di Sudut Kota Jogja
-
Penjelasan Versi Polri Mengapa 'Wajar' Pakai Gas Air Mata di Kanjuruhan Meski Dilarang FIFA
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang