Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Senin, 03 Oktober 2022 | 16:51 WIB
pelatih Arema FC berdoa di lokasi tragedi Kanjuruhan usai melakukan tabur bunga, Senin (3/10/2022). [Kontributor / Yuliharto Simon]

"Sedih saya mas. Mereka jauh-jauh datang ke sini (Stadion Kanjuruhan) hanya untuk nonton Arema main. Tau-taunya, jadi begini. Mereka meninggal. Ada yang luka-luka. Kasian bapak, ibu, adek, mas. Apalagi ada yang masih sekolah," kata Sri saat ditemui usai tabur bunga.

Kesedihannya bertambah ketika melihat monumen tersebut. Seharusnya, monumen itu adalah icon baru untuk Arema. Berdiri megah di depan stadion Kanjuruhan. Namun, kini monumen itu menjadi tempat tabur bunga.

“Kenapa ada monumen ini, malah membawa nyawa. Padahal, baru Agustus kemarin diresmikan. Seharusnya, ini menjadi kebanggaan masyarakat Malang. Sekarang, saya gak kuat melihat ini semua. Apalagi, saya harus masuk stadion. Sangat berat,” terangnya.

Kontributor : Yuliharto Simon Christian Yeremia

Baca Juga: Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Malang, Polri Periksa Sejumlah Pihak, Ini Daftarnya

Load More