SuaraMalang.id - Tarif penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali bakal naik malam ini tepat pukul 00.00 Wita.
Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 184 Tahun 2022 tentang perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 172 Tahun 2022 tentang tarif penyelenggaraan angkutan penyeberangan kelas ekonomi lintas antar provinsi dan lintas antar negara tertanggal 28 September 2022.
Keputusan tersebut berlaku efektif setelah tiga hari usai penetapan atau persis tanggal 1 Oktober 2022.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi, M Yasin membenarkan jika kenaikan tarif penyeberangan rute Ketapang-Gilimanuk bakal naik per 1 Oktober 2022 tepat pukul 00.00 Wita.
"Berlaku malam nanti tanggal 01 Oktober 2022 jam 00.00 Wita," ujar Yasin.
Dijelaskan Yasin, rata-rata kenaikan tarif penyeberangan mencapai 11 persen, tergantung dari jenis kendaraan dan umur masing-masing penumpang.
"Kenaikan rata-rata mencapai 11 persen," ungkapnya.
Berikut tarif penyeberangan terbaru rute Pelabuhan Ketapang-Pelabuhan Gilimanuk;
- Penumpang bayi (0-2 tahun) Rp 1.700
- Penumpang Dewasa Rp 8.500 menjadi Rp 9.650
- Kendaraan Golongan I dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.050
- Kendaraan Golongan II dari Rp 27.000 menjadi Rp 29.050
- Kendaraan Golongan III dari Rp 39.000 menjadi Rp 42.500
- Kendaraan Golongan IV Penumpang dari Rp 182.500 menjadi Rp 199.850
- Kendaraan Golongan IV Barang dari Rp 158.000 menjadi Rp 172.150
- Kendaraan Golongan V Penumpang dari Rp 355.000 menjadi Rp 392.000
- Kendaraan Golongan V Barang dari Rp 268.000 menjadi Rp 291.650
- Kendaraan Golongan VI penumpang dari Rp 535.000 menjadi Rp 593.350
- Kendaraan Golongan VI Barang dari Rp 447.000 menjadi Rp 484.900
- Kendaraan Golongan VII dari Rp 553.000 menjadi Rp 598.500
- Kendaraan Golongan VIII dari Rp 792.000 menjadi Rp 843.100
- Kendaraan Golongan IX dari Rp 1.112.000 menjadi Rp 1.167.65
Yasin memaparkan penyesuaian tarif ini, menurutnya, dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya bagaimana mempertimbangkan pengguna jasa penyeberangan pada kemampuan daya belinya.
Baca Juga: Serahkan Santunan, Satlantas Datangi Setiap Rumah Keluarga Korban Kecelakaan Maut Truk Tangki BBM
Kemudian kenaikan tarif penyeberangan menyusul penyesuaian atas kenaikan harga BBM sejak 2 September 2022 lalu.
Selain itu, Pemerintah juga memikirkan bagaimana lintasan Ketapang-Gilimanuk tetap berjalan.
"Dengan kenaikan tarif ini kita harapkan bisa meningkatkan layanan yang ada. Kita terus meningkatkan pelayanan," tegasnya.
Kontributor : Achmad Hafid Nurhabibi
Berita Terkait
-
Serahkan Santunan, Satlantas Datangi Setiap Rumah Keluarga Korban Kecelakaan Maut Truk Tangki BBM
-
Napak Tilas Lubang Buaya Cemetuk, Tempat PKI Mengeksekusi 62 Ansor di Banyuwangi
-
Sejarah Lirik Lagu Genjer Genjer, Cerita Tentang Perjuangan Lawan Jepang, Terstigma Lagu PKI Dilarang Saat Orde Baru
-
Buron 6 Bulan, Perampok Sadis Banyuwangi Dibekuk di Rumahnya
-
Tarif Pelabuhan Merak Naik Mulai 1 Oktober 2022, Catat Besaran Kenaikannya!
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
BRI Ungkap Prospek Fintech Indonesia di Hadapan Investor Global
-
Peran Strategis UMKM Disorot Dirut BRI dalam Forum Keuangan Global WEF Davos
-
CEK FAKTA: China Resmi Tutup Pintu Wisatawan Israel, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Purbaya Hapus Dana Desa dan Diganti Subsidi Listrik hingga Sembako, Benarkah?
-
Lewat Klasterku Hidupku, BRI Bangun Ekosistem UMKM Berdaya Saing dan Inklusif