Scroll untuk membaca artikel
Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Jum'at, 26 Agustus 2022 | 19:26 WIB
Viral video sejumlah mahasiswa UIN KHAS Jember berjoget 'Ojo Dibandingke' diduga di dalam masjid. (Instagram/@undercover.id)

SuaraMalang.id - Rektor Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Babun Suharto meluruskan beredar viral video sejumlah mahasiswa berjoget di masjid.

"Yang jelas (bangunan) tersebut sampai hari ini belum (difungsikan sebagai) masjid. Kalau yang namanya masjid itu difungsikan sebagai masjid. Itu belum ada,” kata Rektor UIN Jember, Babun mengutip dari Beritajatim.com jejaring Suara.com, Jumat (26/8/2022).

Dijelaskannya, gedung tersebut akan difungsikan sebagai laboratorium keagamaan dan  ruang pembelajaran.

“Di sana sudah dibangun miniatur kabah, juga ada miniatur Sofa Marwah. Masih pembangunan biasa. Itu bukan masjid. Belum diresmikan. Kalau seperti sekarang tidak bisa dikatakan masjid, wong masih pembangunan,” katanya.

Baca Juga: Pelaku Pamer Alat Kelamin di Jember Diburu Polisi

Laman resmi uinkhas.ac.id, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN KHAS Jember, Saihan mengatakan, video tersebut hanya cuplikan singkat dari keseluruhan kegiatan.

Sudut pengambilan gambar video juga berpotensi mengaburkan pandangan penonton.

“Kaligrafi yang menempel pada bangunan itu, kentara seperti masjid lain yang biasa ditempati,” demikian pernyataan dalam siaran pers itu.

Padahal, Saihan menegaskan, kegiatan tersebut berlangsung di area bangunan yang rencananya akan diperuntukkan sebagai Masjid Sunan Kalijaga UIN KHAS Jember pada Selasa, 23 Agustus 2022 lalu. Rektorat UIN KHAS sendiri tidak membenarkan aksi menari ini dilakukan di tempat tersebut. Bahkan, lanjut Saihan, panitia segera bergegas melakukan pengondisian peserta. “Persis setelah peristiwa itu kami lakukan penertiban tegas,” kata Saihan.

Siaran pers itu juga menjelaskan kronologi peristiwa. Persis pada pukul 07.00 WIB, peserta PBAK yang terdiri dari Prodi FEBI (Fakultas Ekonomi Bisnis Islam) itu diarahkan untuk berkumpul. Mereka dikumpulkan, tak lain agar mengikuti sejumlah materi dari para narasumber hingga pukul 12.00 WIB.

Baca Juga: Ojo Dibandingke Menggema di Masjid! Oknum Mahasiswa Asyik Goyang Picu Kemarahan Publik

Usai satu Jam istirahat, pada pukul 13.00 WIB kembali melanjutkan materi sesuai jadwal hingga pukul 15.00 WIB. Saihan mendapat laporan dari tim (panitia unsur mahasiswa), bahwa materi terakhir sudah selesai.

Load More