SuaraMalang.id - Anggota Komisi X DPR RI, Illiza Sa'adudin Djamal menilai konten Podcast Deddy Corbuzier berjudul 'Tutorial jadi gay' tak layak. Politisi PPP ini juga menganggap konten yang beredar di YouTube tersebut sangat berbahaya.
"Konten tersebut sangat tidak layak dan tidak mendidik. Dari memberikan panggung dengan mengundang pasangan gay itu saja sudah sangat tidak mencerminkan budaya kita," jelas Illiza seperti diberitakan Timesindonesia.co.id.
Berbahaya, lanjut dia, karena konten tersebut mempromosikan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).
"Ini sangat bertentangan dengan negara kita, negara yang beragama, apalagi bagi Islam, perbuatan tersebut sangat dilaknat," jelasnya.
Ia meyakini semua agama di Indonesia melarang LGBT, termasuk dalam hukum Indonesia disebutkan bahwa pernikahan sesama jenis telah melanggar UU tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menyebutkan perkawinan yang dianggap sah berdasarkan perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita.
"Islam sangat tegas, bahwa perbuatan tersebut jelas dilarang. Hal ini berdasarkan nas Alquran surah al-A'raf ayat 80-80, "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas,'" paparnya.
Illiza pun mengecam aksi Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan gay tersebut. Seharusnya public figure sepertinya lebih hati-hati lagi dalam membuat konten.
"Kita menentang keberadaan LGBT bukan membenci orangnya tapi prilaku penyimpangan seksual yg mereka lakukan kita meminta agar pemerintah benar benar konsen melakukan penertiban dan sebagainya. Kita juga menyayangkan podcast yang dilakukan oleh Deddy Corbuzier serta meminta agar dapat menghapus konten yang sudah diekspos," paparnya.
Selanjutnya, ia juga meminta kepada para konten kreator di Indonesia agar lebih bisa selektif dalam membuat konten.
Baca Juga: Kata Gus Miftah, Ini yang Bedakan Ragil Mahardika dan Suti Karno Bicara soal Pernikahan Sejenis
"Kita juga mengimbau kepada para konten kreator agar bisa memilah dan memilah dan memilih serta membuat konten yang lebih edukatif," ujar Illiza Sa'adudin Djamal, anggota DPR RI dari PPP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
50 Bundel Dokumen dan Misteri Perubahan Merek: Proyek Ambulans Malang Dibidik Jaksa
-
BRI KKB Expo 2026 Digelar Serentak, Nikmati Promo Kredit Kendaraan Berbunga Spesial
-
Heboh Isu Denda Cerai Rp300 Juta di Sidoasri Malang: Hoaks atau Benteng Rumah Tangga PMI?
-
Arena Judi Sabung Ayam di Malang Selatan Berakhir Jadi Abu
-
Angkot Malang Gratis bagi Pelajar Mulai Juli 2026: Hemat di Ongkos, Nyaman Sampai Sekolah