SuaraMalang.id - Liburan lebaran kali ini disyukuri oleh Nur Cilok (40) warga asal Sawojajar Kota Malang. Sebab, selama tujuh hari lebaran ini, Nur mampu meraup keuntungan hampir Rp 1,3 juta.
Keuntungan itu dia dapat dari menjual lemek atau alas duduk di Alun-Alun Kota Malang selama tujuh hari terakhir. Satu hari, Nur mampu menjual 200 hingga 300 alas duduk dengan harga Rp 5 ribu per lembar.
"Senang mas lah ini selama dua tahun bahasanya kita kan dikerangkeng. Kalau tahun ini kan udah ada pengunjung dan ramai sekali. Satu hari itu rata-rata aku bisa jual sampai Rp 200 ribu kalau ramai Rp 300 ribu," ujarnya ditemui di taman Alun-Alun Kota Malang, Minggu (8/4/2022).
Di penghujung liburan lebaran ini dia berjualan mulai jam 09.00 pagi. Hingga pukul 12.00 Nur mampu meraup Rp 100 ribu untuk menjual lemek tersebut.
Lemek itu pun dijualnya di taman berumput alun-alun Kota Malang. Terpantau memang taman itu dipenuhi puluhan warga yang piknik dengan keluarga.
Nur pun kerap mengunjungi satu per satu pengunjung yang datang dan menawarkan alas tersebut. Alas itu, dia buat sendiri dari mendaur ulang bungkus plastik kue-kue wafer.
Nur sendiri tidak sendirian di sini, ada tiga orang lainnya yang menjual alas duduk itu di Alun-Alun Kota Malang.
"Ada tiga orang di sini yang jual. Tapi sudah dibagi tempatnya. Saya berjualan di sini (sisi timur) ada yang di sana. Semuanya ya untung banyak," tuturnya.
Sebelumnya, Nur mengaku pada tahun lalu menjual mainan di tempat-tempat yang berpotensi ada banyak warga berkumpul.
Baca Juga: Miris! Alun-alun Kota Batu Dipenuhi Sampah
"Ya kalau ada acara-an gitu saya jual mainan. Tapi gak seuntung ini. Kalau jualan alas ini buatnya gak modal banyak dan jualnya cepat habis," tutupnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung asal Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, Feli (45) mengaku terbantu dengan dijualnya alas lemek itu.
Dia datang bersama lima anggota keluarganya tidak melakukan persiapan. Dia pikir di bangku-bangku taman di Alun-Alun Kota Malang mampu buat beristirahat.
"Tapi kan ramai terus bingung duduk di mana. Akhirnya ada penjual tadi dan langsung beli saja sambil nunggu anak-anak bermain," tuturnya.
Di Alun-Alun Kota Malang pengunjung dapat fasilitas air mancur dan juga burung dara yang berkeliaran di sekitar air mancur itu.
Ada pula fasilitas taman bermain di sisi selatan Alun-Alun Kota Malang. Terlihat di fasilitas-fasilitas itu dipenuhi anak-anak bermain dengan dampingan orang tua masing-masing.
Berita Terkait
-
Miris! Alun-alun Kota Batu Dipenuhi Sampah
-
Libur Lebaran Arus Kendaraan Menuju Malang Masih Padat, Volume Naik 101 Persen
-
Sorotan Berita Kemarin: Volume Arus Pemudik di Terminal Arjosari Malang Sampai Pria Tewas Kena Ledakan Petasan
-
Mulai Ramai Arus Balik, Penumpang di Terminal Arjosari Malang Meningkat
-
Candi Sumberawan Singosari Peninggalan Majapahit, Jadi Tempat Bertapa dan Berdoa Sejumlah Agama
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Danantara Housing Expo 2026, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Bagi Masyarakat
-
Kuli Bangunan Pretheli 17 Tower Telekomunikasi di Malang
-
BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK
-
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri