SuaraMalang.id - Novel Eat, Pray, Love menjadi salah satu novel terlaris sepanjang sejarah. Bahkan, sejak Desember 2010 telah bertahan selama 199 pekan di daftar Buku Terlaris New York Times.
Novel tersebut bahkan dibuat menjadi sebuah film dengan nama yang sama pada tahun 2010. Penulisnya adalah Elizabeth Gilbert asal Amerika Serikat.
Perempuan ini mencoba menggambarkan cerita hidupnya dalam novel tersebut. Perceraian yang membuatnya kalut membuatnya harus pergi ke sesuatu tempat.
Dalam wawancara bersama Oprah Winfrey, Elizabeth yang biasa disapa Liz ini menceritakan sebuah pengalaman haru ketika ia datang ke Lombok, Indonesia.
Dilansir dari akun instagram @nu.channels, perempuan kelahiran 18 Juli 1969 itu bercerita tentang pengalamannya ditolong oleh seorang wanita muslim Indonesia.
"saat itu saya berada di Indonesia. Saya mengalami perceraian yang begitu mengerikan di usia 31 tahun. Saya begitu tertekan," ujar Liz.
Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke Lombok, Indonesia.
"Saya putuskan untuk pergi ke sebuah pulau kecil selama 10 hari untuk menyendiri dan berdamai dengan diri saya. Karena saya merasa begitu malu dan menderita. Saya putuskan untuk tidak bicara apapun selama 10 hari," ceritanya.
Selama berada di Lombok, ia mengahbiskan waktu dengan berkeliling. Ia pun kerap bertemu dengan seorang wanita muslim dan menyapanya.
"Rencana saya adalah berkeliling setiap hari di pulau kecil ini. Kemudian, ada seorang perempuan muslim. Dan perempuan ini, biasa melihat saya berkeliling dan dia selalu meletakkan tangannya di dada sambil tersenyum ke arah saya ketika saya melintas. Saya pun melakukan hal yang sama padanya," tuturnya.
Suatu hari, ia mengalami keracunan makanan yang parah. Ia merasa mual dan diam di kabin. Ia merasa dehidrasi dan ketakutan.
"Saya kira saya kena malaria. Jauh dari orang yang saya kenal," kata dia.
Tak disangka, wanita yang kerap ditemuinya saat berkeliling mencarinya hingga ke kabin.
"Dan perempuan ini datang dan mencari saya. Sepertinya dia tahu kalau saya kemarin dalam kondisi kurang sehat. Tapi ketika dia tidak melihat saya berkeliling seperti biasa dia datang dan mengetuk pintu," terangnya.
Setelah melihat kondisinya yang memprihatinkan, wanita tersebut kemudian kembali satu jam kemudian dengan membawa makanan segar dan air putih untuknya.
Berita Terkait
-
Viral Penampakan Garasi Mobil di Pinggir Jalan Umum yang Bikin Warganet Murka: The Real Beban Masyarakat
-
Video Joget Tanpa Busananya Viral, Gisel: Saya Minta Maaf Kepada Warga Subang
-
Viral Wanita Joget saat Suami Sakit Karena Ketahuan Selingkuh, Ramai Didukung Warganet, "Lo Mati Gue Party"
-
Viral Istri Berjoget di Depan Suami yang Sakit, Mengaku Jadi Korban Pelakor Artis Tiktok, Netizen Tebak Sosok Ini
-
Beredar Video Viral Laki-laki yang Diduga Polisi Sebut BLT Tak Cair Jika Belum Booster, Publik: Menyusahkan Rakyat
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Kasus Terkubur Bersama Jasad: Akhir Dramatis Perjalanan Hukum Yai Mim di Balik Jeruji
-
Modal 3 Jutaan Bisa Punya Laptop Gahar? Ini 5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Pelajar
-
Wasiat Terakhir Yai Mim: Kepulangan Sunyi ke Pelukan Tanah Kelahiran
-
Teka-teki Napas Terakhir Yai Mim: Sehat Walafiat Sebelum Maut Menjemput di Polresta Malang
-
Skandal Nikah Siri Sesama Jenis di Malang: Versi Berbeda Intan dan Rey Soal 'Suami'