SuaraMalang.id - Tradisi yang terus terjaga setiap Ramadhan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, salah satunya di Masjid Agung Baiturrahman. Tradisi yang dimaksud, yakni membaca atau tadarus Al Quran raksasa usai sholat tarawih.
Al Quran raksasa berukuran 2x1,5 meter dengan berat mencapai 400 kilogram tersebut asli tulisan tangan manusia.
Alquran yang kini berada di Masjid pusat kota Banyuwangi ini ditulis oleh H Abdul Karim asal Kecamatan Genteng pada tahun 2011. Alquran tersebut dibaca terus-menerus setiap bulan ramadhan dengan rata-rata hatam hingga tiga kali bahkan lebih.
Sekretaris Yayasan Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi, Iwan Aziz Siswanto mengatakan, jika Alquran yang ada di Masjid Agung Baiturrahman merupakan Alquran terbesar dari tiga Alquran hasil tulisan H Abdul Karim pada 2011. Hingga kini Alquran tersebut masih menjadi Alquran terbesar yang pernah ditulis H Abdul Karim.
"Jadi Alquran Raksasa ini adalah yang terbesar dari tiga Alquran besar yang ditulis H Abdul Karim saat itu," kata Iwan Aziz, Selasa (19/4/2022).
Penulisan Alquran raksasa telah menghabiskan spidol sebanyak 32 kardus dengan tambahan 40 kardus tinta spidol. Untuk kertasnya, digunakan kertas yang secara khusus didatangkan dari negeri Sakura, Jepang.
Pembacanya juga bukan asal-asalan, ada tujuh orang yang dipilih secara khusus untuk membaca Alquran raksasa setiap pukul 20.00 Wib hingga 22.00 Wib. Sejumlah dua orang diantaranya merupakan Hafiz atau penghafal Alquran, sedangkan dua orang lainnya juga khusus untuk membuka Alquran berukuran besar.
"Karena ukurannya yang besar, maka untuk membacanya juga harus hati-hati, untuk membuka saja harus ada dua orang, dan kami pilih secara khusus dua orang untuk membukanya," ungkapnya.
Para pembaca juga dengan berbagai cara, ada yang berdiri, ada juga yang sambil duduk di kursi, sebab ukuran hurufnya yang besar perlu keahlian khusus untuk membacanya.
Baca Juga: Melihat Al Quran Raksasa di Palembang
Kontributor: Achmad Hafid Nurhabibi
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?