Scroll untuk membaca artikel
Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 13 April 2022 | 13:33 WIB
Ilustrai kematian mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. [Suara.com/Aziz Ramadani]

SuaraMalang.id - Universitas Brawijaya (UB) buka suara terkait kabar mahasiswa Fakultas Kedokteran, Bagus Prasetyo Lazuardi (26) yang mayatnya ditemukan di semak-semak Jalan Raya Purwodadi Pasuruan, Jawa Timur.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran UB, dr. Eriko Prawestiningtyas membenarkan bahwa mayat tersebut adalah mahasiswa profesi Dokter Fakultas Kedokteran UB tahun 2019.

"Dia adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2014 naik ke jenjang profesi 2019. Jadi dia benar mahasiswa aktif profesi fakultas kedokteran UB dan tinggal satu tahap saja lulus," ujar Eriko saat konferensi pers, Rabu (13/4/2022).

Eriko menjelaskan, diketahuinya mayat tersebut itu awalnya berdasarkan unggahan poster orang hilang di media sosial. Tak selang lama, Eriko mendapat informasi ada penemuan mayat di Pasuruan. Dari poster dan informasi tersebut Eriko langsung mencari data untuk memastikan identitas mayat tersebut adalah mahasiswanya.

Baca Juga: Ini Daftar Enam Bacalon Rektor Universitas Brawijaya

"Dan betul yang ditemukan adalah almarhum (Bagus). Jadi (untuk memastikan identitas mayat) secara tidak sengaja kami hanya mendapat informasi orang hilang. Jadi tidak ada laporan resmi kepada kami. Kemudian kami kroscek" imbuhnya.

Eriko juga mengakui bahwa ada ketidakwajaran saat penemuan mayat Bagus.

"Ini sudah menjadi rahasia umum ya nampaknya ada ketidakwajaran atas penemuan mayat. Mungkin ada keterangan dari penyidik sehingga membuat nyaman kita ya. Sehingga nanti pihak kampus bisa menentukan sikap jika itu (kematian Bagus) ditemukan ketidakwajaran," jelasnya.

Seperti diketahui, Bagus ditemukan dengan adanya dugaan tindakan kekerasan pada kepala bagian belakangnya.

Sementara itu, pihak kampus tidak mendapat informasi kapan terakhir Bagus melakukan kegiatan sebelum meninggal. Eriko hanya mengetahui bahwa Bagus melakukan koas (ko-assisten) di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Baca Juga: Kemarin, Mahasiswa Universitas Brawijaya Ditemukan Tewas di Pasuruan hingga Aksi Demo Menolak Penundaan Pemilu 2024

"Iya menjadi dokter muda atau koas di RSSA Kota Malang," tutur dia.

Load More