SuaraMalang.id - Gunung Semeru meletus pada Sabtu, 4 Desember 2021. Dampat letusan menyebabkan korban yang tidak sedikit. Setidaknya 44 orang tewas dalam bencana itu.
Kemudian kerugian materiil akibat awan panas dan guguran lahar dari gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu. Sebagai bentuk antisipasi terhadap bencana letusan di masa depan, Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) melakukan penelitian.
Hasilnya seperti disampaikan peneliti senior dari Puslit MKPI ITS Amien Widodo. Ia mengatakan erupsi Gunung Semeru mengeluarkan dua hal yaitu awan panas dan banjir lahar.
Awan panas memiliki kecepatan hingga 200 kilometer per jam dan bisa mencapai suhu melebihi 100 derajat Celcius yang berdampak pada terbakarnya pohon di daerah aliran sungai.
Tim Puslit MKPI ITS berkunjung ke Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang selama tiga hari sejak Senin (13/12) lalu bekerja sama dengan tim dari Ikatan Alumni (IKA) ITS.
Dari hal tersebut, menurut Amien, perlu adanya kewaspadaan yang tinggi untuk penduduk sekitar terutama yang berada di tepi sungai.
"Kami harap adanya komunikasi antara penduduk daerah hulu dengan hilir saat terjadi erupsi seperti diadakan tombol bahaya bencana," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Jumat (17/12/2021).
Amien menjelaskan bahwa kunjungan tim Puslit MKPI dan IKA ITS ke daerah terdampak erupsi Gunung Semeru tersebut untuk melakukan kajian bencana dan hasilnya dapat digunakan sebagai rekomendasi penanggulangan bencana di masa depan.
Kunjungan survei ini meliputi survei geologi, vulkanologi, hidrologi, pemetaan kawasan terdampak, dan survei drone.
Baca Juga: 28 dari 44 Jenazah Korban Letusan Gunung Semeru Sudah Diambil Keluarganya
"Data survei diolah menjadi peta kawasan terdampak yang akan dianalisis dengan peta yang sudah ada sebelumnya," kata dosen Teknik Geofisika ITS itu.
Amien menjelaskan lebih lanjut bahwa ancaman lain dari erupsi ini adalah tanah longsor yang bersamaan dengan hujan dan awan panas.
Namun di pos pantau gunung berapi belum memiliki sistem pengamatan tersebut, maka dapat dijadikan penelitian lebih lanjut agar tidak terjadi dampak lain dari erupsi gunung ini.
"Untuk ke depannya bisa dibuat alat sensor warning system terkait longsor dan dimasukkan ke pos pantau agar meningkatkan kewaspadaan aktivitas gunung," ujarnya.
Sementara itu, anggota tim Puslit MKPI Dr Techn Umboro Lasminto ST MSc mengatakan bahwa ada potensi bencana susulan yang dikhawatirkan akibat area penumpukan lahar yang meluas.
Hal tersebut menyebabkan perubahan arah aliran air sungai, sehingga aliran air tidak terkontrol dan diperparah dengan kondisi hujan yang terjadi hingga bulan April.
Berita Terkait
-
28 dari 44 Jenazah Korban Letusan Gunung Semeru Sudah Diambil Keluarganya
-
Gunung Semeru Naik Status Jadi Level III Setelah Erupsi Kemarin
-
Seekor Herder di Area Erupsi Gunung Semeru 12 Hari Menunggu Tuannya
-
Kades Supiturang Blokir Akses Menuju Lereng Semeru, Kerahkan Linmas untuk Berjaga
-
Operasi SAR Bencana Erupsi Semeru Resmi Ditutup
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia
-
Berawal Kenalan di TikTok, Mahasiswi UM Diduga Jadi Korban Percobaan Pemerkosaan Senior di Kos
-
Skandal Maladministrasi Terendus: Bechi Batal Bebas, Dijebloskan Lagi ke Penjara
-
Nasib Tragis Mantan Kepala SMPN 18 Malang: Dicopot Jabatan Kini Kasusnya Naik Penyidikan
-
Lewat BRILink Agen, BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Pelangiran di Wilayah Perairan Provinsi Riau