SuaraMalang.id - Sejak Gunung Semeru Meletus pada Sabtu, 4 Desember 2021, sudah 44 korban tewas berhasil dievakuasi. Dari jumlah itu, sampai sekarang sudah 28 jenazah diambil keluarganya.
Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta. Ia merinci keseluruhan data korban tewas akibat letusan gunung tertinggi di Jawa Timur itu.
"Tim DVI menerima 44 kantong jenazah yang terdiri dari 38 jenazah dan enam bagian tubuh. Dari 38 jenazah itu, sudah teridentifikasi 28 jenazah dan telah diambil keluarganya," kata Nico Afinta, Jumat (17/12/2021).
Ia mengimbau masyarakat yang merasa keluarganya menjadi korban bencana alam Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, untuk berperan aktif dengan datang ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk pencocokan DNA.
"Satgas kesehatan meminta masyarakat yang merasa keluarganya belum ditemukan untuk datang ke RSUD dr Haryoto Lumajang dan diambil contoh bagian DNA nya supaya bisa dicocokkan dengan jenazah yang ditemukan oleh tim SAR gabungan," tuturnya.
Menurutnya, tim DVI berusaha maksimal untuk mengidentifikasi jenazah yang belum teridentifikasi, namun memerlukan bantuan penyintas yang kehilangan keluarganya akibat bencana Gunung Semeru.
Terkait dengan penanganan bencana, lanjut dia, Polda Jawa Timur telah membentuk beberapa satgas, di antaranya Satgas Pencarian Evakuasi, Satgas Kesehatan, Satgas Logistik dan Satgas Humas.
"Sebayak 11 ekor anjing pelacak unit Satwa K-9 dari Mabes Polri dan Polda Jatim beserta jajaran tetap disiagakan selama operasi pencarian korban guguran awan panas Gunung Semeru," katanya.
Berdasarkan data BPBD Lumajang, jumlah korban meninggal dunia akibat awan panas guguran Gunung Semeru sebanyak 48 orang, kemudian 18 orang mengalami luka berat dan sembilan orang mengalami luka ringan.
Baca Juga: Gunung Semeru Naik Status Jadi Level III Setelah Erupsi Kemarin
Jumlah kecamatan yang terdampak material erupsi dan abu vulkanik di 21 kecamatan di Kabupaten Lumajang dengan total warga yang mengungsi sebanyak 10.158 yang tersebar di 151 titik. ANTARA
Berita Terkait
-
Gunung Semeru Naik Status Jadi Level III Setelah Erupsi Kemarin
-
Seekor Herder di Area Erupsi Gunung Semeru 12 Hari Menunggu Tuannya
-
Kades Supiturang Blokir Akses Menuju Lereng Semeru, Kerahkan Linmas untuk Berjaga
-
Operasi SAR Bencana Erupsi Semeru Resmi Ditutup
-
Mitratel Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang
-
Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos