SuaraMalang.id - Joko Santoso (38) harus berpikir keras untuk tetap bertahan hidup. Warga Kelurahan Arjowinangun Kecamatan Kedungkandang Kota Malang itu buta setelah menjalani vaksinasi Covid-19 jenis AstraZeneca.
Dia sudah tidak bisa bekerja lagi sebagai kuli bangunan. Kabar terbaru, Joko beralih pekerjaan menjadi buruh pengerajin raket. Sudah sejak satu minggu lalu, dia dibantu ayah mertuanya Sabar (60) memasang senar ke raket.
"Ya sekarang setelah gak bisa lihat itu ya jagain anak. Tapi karena gak enak gak ngapa-ngapain ya sekarang sama nyambi jadi buruh raket ini," kata dia ke wartawan, Minggu (12/12/2021).
Mirisnya, penghasilan Joko kini turun drastis dibanding dengan pekerjaannya sebagai kuli bangunan. Dengan memasang senar satu raket, dia hanya mendapat upah Rp 500.
"Dan saya selesainya untuk 60 raket itu bisa dua hari. Dapat Rp 30 ribu dan dibagi sama bapak. Kalau dulu jadi kuli satu hari Rp 100 ribu lumayan. Tapi gak papa saya syukuri saja," ujar dia.
Joko pun saat memasang senar raket bukan tanpa halangan. Dia masih sulit melihat. Joko butuh cahaya untuk melihat jelas lubang-lubang pada raket.
"Dan biasanya itu saya rabah-rabah saja. Ya lama yang bikin cepat ya bapak ini," kata dia.
Pekerjaan sebagai buruh pengerajin raket ini pun didapatnya dari rekomendasi istrinya, Titik Handayani (33).
"Ya istri itu ada teman terus daripada nganggur saya diberi pekerjadn itu," tutur dia.
Baca Juga: Viral, Beberapa Orang Berswafoto di Erupsi Gunung Semuru, Warganet: Krisis Etika
Joko pun tidak mengapa bahwa penghasilannya kecil. Dia agak muak dengan cibiran dan sindiran beberapa masyarakat.
"Saya dikira viral gini dikira mengemis dikira minta bantuan ada yang bilang gitu. Yah saya pokoknya gak mau dibilang pengemis ya saya apapun bisa saya lakukan untuk bertahan hidup," kata dia.
Joko pun sebenarnya masih belum puas dengan hasil konferensi pers terkait alasan dia mengalami gangguan penglihatan.
Sebagaimana sebelumnya, pihak RSSA Kota Malang menyebut gangguan penglihatan mata Joko bukan dikarenakan adanya penyumbatan darah pada mata sebagaimana kasus gejala pasca-vaksin Astrazeneca. Namun tim dokter mendiagnosa Joko menderita peradangan pada saraf mata.
"Tapi saya punya bukti saya ini sehat. Saya juga tidak ada riwayat penglihatan atau syaraf sebelumnya. Saya bertanya ke dokter kemarin 'dok kalau seandainya saya tidak vaksin kemarin, apakah saya tetap baik-baik saja?' Terus dokternya hanya diam . Itu yang saya tidak puas," ujarnya.
Namun, Joko tidak bisa berbuat apa-apalagi selain berpasrah dengan keputusan tim dokter yang mendiagnosanya.
Berita Terkait
-
Viral, Beberapa Orang Berswafoto di Erupsi Gunung Semuru, Warganet: Krisis Etika
-
Tanah Longsor Melanda Bantaran Sungai Brantas di Kota Malang, Rumah Ini Nyaris Ambrol
-
Jembatan Terputus, Penanganan Sampah Lokasi Pengungsian Pronojiwo Dibantu Pemkab Malang
-
Aksi Perempuan Bersatu di Malang Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PKS
-
Ke UIN Malang, Gus Muhaimin Ingatkan Peran Penting Parlemen Kampus
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
BRI Kartu Kredit Tawarkan Cicilan 0% untuk Pengunjung Pestapora 2026
-
BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio
-
BRIZZI ARKIV Ajak Anak Muda Jelajahi dan Bawa Pulang Karya Lokal
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026
-
Boost Harimu, Nikmati Hemat 25% dengan BRI Kartu Kredit