SuaraMalang.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemukan sebuah keajaiban di tengah-tengah dampak bencana erupsi Gunung Semeru yang menerjang Kabupaten Lumajang. Khofifah menemukan sekuntum mawar merah yang masih merekah.
Bunga mawar merah itu merekah dengan sempurna di tengah hamparan abu vulkanik dan hancurnya bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya akibat letusan Gunung Semeru, yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021) lalu.
Foto bunga mawar merah tersebut diabadikan di tengah-tengah kegiatan meninjau dampak APG Gunung Semeru, bersama dengan relawan dan juga Tim Gabungan yang sedang bertugas di Dusun Curah Kobokan Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo Lumajang, Jawa Timur.
"Bunga mawar ini saya temukan di Dusun Curah Kobokan Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo Lumajang saat meninjau dampak APG (awan panas guguran) Gunung Semeru. Merah merona dan cantik. Padahal, wilayah tersebut habis disapu awan panas guguran," kata Khofifah seperti dikutip dari akun instagramnya @khofifah.ip, Rabu (8/12/2021).
Khofifah berharap mawar merah ini menjadi sebuah simbol kebangkitan dan semangat bagi warga setempat.
"Semoga semangat untuk segera bangkit masyarakat Lumajang seperti mekarnya mawar ini, tetap optimis dan yakin, meski baru saja diterpa musibah. Aamiin," lanjutnya.
Khofifah sendiri selalu mengabarkan keadaan terkini lokasi dan juga progres yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan akibat erupsi Gunung Semeru.
Kegiatan saat di pengungsian, peninjauan langsung, kerusakan infrastruktur, hingga penampakan terkini aktivitas dari Gunung Semeru terus diupdate olehnya melalui akun instagramnya.
Unggahan tersebut pun langsung mendapat tanggapan positif dari warganet.
Baca Juga: Hasil Penjualan Tiket, Bonek Kumpulkan Rp222 Juta Donasi untuk Korban Erupsi Semeru
"Penyampaian sebuah pesan, bencana bukan tentang kematian....tapi juga tentang kehidupan ," ujar @gayuh***
"Maa Syaa Alloh.... Banyak cara Alloh menegur dan mengingatkan kita. Begitu jg dengan mawar merah ini. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh. Dan ketika Alloh telah menetapkan sesuatu maka tak ada satupun yang dapat menghalanginya. Semoga kita semua dalam Rahmat Alloh. Aamiin," kata @binta***
"Masya Allah... Lahaula walaquata illa billah... Mawar yang merekah indah pasca APG .... Insyaallah mencerminkan semangat masyarakat untuk segera bangkit... Matursembahnuwun Ibu," imbuh @ramli***
"Seakan alam berkata "Ada harapan di setiap cobaan"," ucap @farid***
"Masyaallah. Indah sekali. Dalam kesulitan ada kemudahan, dalam kegelapan ada secercah sinar, dalam lava lumpur yg panas ada mawar yg bertahan dg warna cerah. Semoga kita semua dan terutama Ibu Gub hidup ke depan sesemerbak, seindah dan secerah mawar Supit Urang Pronojiwo.," ujar @mma***
"mungkin itu rumahnya peri bunga , mereka pake perlindungan ajaib," kata @mnf***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
Terkini
-
Laka Lantas Kota Malang Renggut 12 Nyawa Selama 2025, 245 Orang Luka-luka
-
Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Nataru 2026, Begini Skema Dishub
-
Pengamanan Wisata Malang Diperketat Jelang Nataru, Polisi Siaga di 183 Destinasi Favorit!
-
54 Napi Lapas Kelas I Malang Dapat Remisi Natal 2025, Tak Ada yang Langsung Bebas!
-
Arema FC vs Madura United Berakhir Dramatis, Duel Sengit di Kanjuruhan Gagal Beri Tiga Poin