SuaraMalang.id - Salah satu kisah membuat warganet terharu saat bencana erupsi Gunung Semeru adalah pengorbanan seorang perempuan bernama Rumini. Dirinya rela menemani orang tuanya saat Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru melanda.
Mereka ditemukan meninggal dunia sambil berpelukan di dapur rumah mereka. Kisah tersebut pun menjadi viral di media sosial.
Dari berita yang beredar, dikabarkan bahwa Rumini meninggal bersama ibunya. Namun, ternyata hal ini dibantah oleh akun Twitter @q_ibad, yang mengungkapkan kalau Salamah (70) ternyata nenek dari Rumini.
Akun tersebut mengunggah sebuah video yang berisi rekaman wawancara dengan adik ipar Rumini, yang bernama Hasyim.
"Ketika Adik ipar RUMINI, HASYIM (MAHASISWA IAIS LUMAJANG) menceritakan sebenarnya kisah RUMINI dengan NENEKNYA. Menggugah hati," cuit akun tersebut.
Dalam video tersebut, Hasyim menceritakan bagaimana kronologi detik-detik ketika Rumini dan Neneknya ditemukan.
"ngecek mbak sama mbah. Ternyata kosong semua, ternyata posisinya mbah sama mbak itu di dapur, waktu ngecek kondisi dapurnya sudah roboh, otomatis mbah sama mbak sudah kerobohan. Cuma pikirnya sudah dibawa warga atau melarikan diri, dikiranya. ternyata sudah ketimbun di bawah dapurnya sendiri," ujar Hasyim.
Dia menceritakan, saat itu posisi neneknya tertutupi oleh caping.
"posisinya mbah ketutupan caping, insha allah sama mbak itu ditutupi caping biar nggak kena debu," lanjutnya.
Baca Juga: Korban Letusan Gunung Semeru, Harta Benda Huda Sirna Bersama Angan-angannya
Dia juga mengatakan jika sejumlah warga sempat bertemu dengan kakaknya tersebut. Hal itu lah yang membuat dirinya masih menaruh harapan jika kakaknya masih selamat.
"dikira kan banyak warga ketemu sama mbak saya itu. Kok bisa ketemu wong tertimbun di sana. Saya nyari karena ada harapan mbak saya itu selamat. Saya nyari cuma nggak ketemu," ujarnya.
Akhirnya dia pun kembali ke rumahnya untuk menyelamatkan barang-barang yang tersisa. Di situlah dia menemukan tubuh kakak dan neneknya yang tertimbun.
"Kemudian saya kembali ke lokasi. Rumah saya ambrol semua, kecuali satu kamar. Kemudian di dapur itu keliatan kakinya," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Salamah (70) dan anaknya, Rumini (28), ditemukan meninggal berpelukan pasca-erupsi Gunung Semeru menyapu kediaman mereka di Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.
Diduga, Salamah tidak sanggup berjalan karena faktor usia. Sedangkan Rumini tak tega meninggalkan ibunya seorang diri. Keduanya ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan.
Kontributor : Fisca Tanjung
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Waspada Perang Sarung di Kota Malang Saat Ramadan, Ini Daerah Paling Rawan versi Polisi
-
Jadwal Buka Puasa Malang Sabtu 21 Februari 2026, Lengkap dengan Menu Berbuka Terbaik
-
6 Fakta Kasus Penipuan Jual Beli Popok di Lawang Malang Viral, Puluhan Korban Rugi hingga Rp 5 M
-
Jadwal Buka Puasa Malang Hari Ini, Jumat 20 Februari 2026
-
Gunung Semeru Erupsi Tujuh Kali, Status Siaga!