"Kalau ditaksir, sekitar loh ya mas, yang terdampak di situ ada 20 hektare. Kami belum mendata," kata dia.
Warga menanami lahan pertaniannya dengan cabai, kubis, hingga padi.
"Dan yang terdampak itu adalah bersertifikat milik warga saya sendiri," ujar dia.
Nurul menjelaskan, memang lahan pertanian itu tidak bisa ditanami lagi.
Kemungkinan, jika abu vulkanik yang saat ini masih panas jadi dingin, warga akan mengalihfungsikan sebagai tambang pasir.
"Masyarakat merasa kesusahan atas hal itu. Kemungkinan itu nantinya kalau udah dingin akan diambil pasirnya oleh warga," ujar dia.
Dengan sudah hilangnya tanda lahan milik siapa, Nurul pun kini sedang melakukan pendataan pemilik lahan.
Kepala Dusun hingga ketua RT dikerahkan untuk melakukan pendataan siapa saja pemilik lahan pertanian sekaligus luasannya.
"Supaya nanti yang ngambil pasir itu yang berhak ya pemiliknya. Tapi yang dipekerjakan itu bebas siapa aja," tutup dia.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Baca Juga: Begini Penampakan Lahan Pertanian Terdampak Letusan Gunung Semeru
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Kronologi Yai Mim Jadi Tersangka Pornografi, Ini Penjelasan Polresta Malang Kota
-
Cara Dinkes Kota Malang Antisipasi Superflu H3N2, Jangan Tunda-tunda Keluhan Kesehatan!
-
Laka Lantas Kota Malang Renggut 12 Nyawa Selama 2025, 245 Orang Luka-luka
-
Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Nataru 2026, Begini Skema Dishub
-
Pengamanan Wisata Malang Diperketat Jelang Nataru, Polisi Siaga di 183 Destinasi Favorit!