SuaraMalang.id - Erupsi Gunung Semeru yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang pada Sabtu (4/12/2021) sore terjadi begitu cepat dan tiba-tiba.
Banyak warga yang berada di daerah terdampak erupsi Gunung Semeru bersyukur bisa selamat dari terjangan awan panas. Namun ada juga yang meninggal karena terjebak saat berupaya menyelamatkan diri.
Kisah itu seperti yang diungkapkan salah satu Warga Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Agus (40). Dia menceritakan detik-detik dirinya bisa selamat dari terjangan awan panas guguran, saat erupsi Gunung Semeru.
Kisah tersebut berawal saat, dia dan beberapa warga lainnya tengah berada di warung miliknya di kawasan lereng Gunung Semeru. Tiba-tiba, terdengar seperti suara dentuman yang sangat keras, selain itu juga terasa ada getaran dari tanah.
Menyadai kondisi tersebut, ia bersama warga lainnya langsung lari menyelamatkan diri mencari tempat yang aman, menuju kamar mandi warung saat awan panas guguran datang. Di dalam kamar mandi itu, ia bersama lima warga lainnya terjebak hingga dua jam.
"Langsung bersembunyi di kamar mandi itu. Ada orang lima. Hampir dua jam kami terjebak di dalam kamar mandi sebelum datang bantuan," katanya di tempat pengungsian di Desa Sumberwuluh pada Senin (6/12/2021).
Meski begitu, ada seorang pekerjanya bernama Siti (30) yang tetap nekat mengendarai sepeda motor untuk menyelamatkan diri. Padahal Agus mengemukakan, sempat melarang Siti untuk keluar. Lantaran saat itu bersamaan terdengar dentuman yang keras dan terlihat ada awan panas guguran kemudian awan juga sangat pekat sekali.
"Sudah tak penging ( saya larang) pulang. Dia (Siti) tetap nekat pulang kejebak di jalan wis (dia terjebak di jalan). Dia keseret 100 meter dari warungnya," ujar Agus.
Namun nahas dialami Siti. Sehari setelah terjangan awan panas, jenazah korban dan motornya kemudian ditemukan dan dikenali. Jenazah baru ditemukan pada Minggu 5 Desember 2021, tidak jauh dari tempat warungnya.
Baca Juga: Relawan Kesulitan Mencari Korban Erupsi Semeru yang Dilaporkan Hilang
Isak tangis warga dan keluarganya kemudian pecah saat jenazah dan motornya dievakuasi di masjid setempat.
Sebelumnya, Gunung Semeru mengalami erupsi Sabtu 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB mengeluarkan awan panas guguran (APG).
Kejadian tersebut membuat warga sekitar Gunung Semeru berlarian panik berusaha menghindari gumpalan awan. Permukiman terdampak gelap gulita karena listrik mati.
Kontributor: B Susanto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal
-
Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok
-
Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial
-
Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule
-
Ekstra 27.000 GarudaMiles, Keuntungan Perjalanan untuk Nasabah BRI Prioritas