SuaraMalang.id - Tabir kematian gadis di Singosari, Kabupaten Malang berinisial FR (24) akhirnya terkuak. Bukan bunuh diri seperti dugaan awal, ternyata dianiaya kekasih sendiri berinisial MAM (26).
Diberitakan sebelumnya, FR ditemukan tewas di rumahnya Desa Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Oktober 2021 lalu, dengan bekas luka sayatan senjata tajam.
Misteri kematian FR telah disingkap polisi. Diketahui penyebab FR meninggal karena dianiaya dengan cara dipukul pada bagian tubuh dan kepala serta mencekik leher korban.
Kapolsek Singosari, Kompol Achmad Robial menjelaskan, semua dugaan sebelumnya adalah alibi dari MAM untuk menghilangkan jejak pembunuhan. Diketahui sebelumnya, MAM terluka tusukan mengaku karena terlibat cekcok dengan sang kekasih.
"Jadi dari hasil penyelidikan, dan penyidikan ternyata sayatan dan terlukanya pelaku itu adalah alibi saja. Sebenarnya, dia mencekik korban hingga meninggal dulu," kata Robi saat reka adegan pembunuhan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jumat (19/11/2021).
Robi menambahkan, tangan korban disayat saat sudah dalam posisi meninggal dengan menggunakan pisau cutter. Lalu MAM juga menusuk perutnya sendiri dengan pisau di lantai dua rumahnya.
Aksi biadab pelaku itu diketahui berdasar hasul 47 reka adegan yang dilakukan penyidik Polsek Singosari.
"Jadi untuk membuat kesan korban meninggal karena bunuh diri disayat tangan di kamar lantai satu. Setelah itu pelaku naik ke lantai dua dan menusuk perut pelaku sendiri dengan pisau yang diambilnya," kata Kompol Robi.
Untuk meyakinkan bahwa kejadian tersebut bukanlah penganiayaan, MAM lalu menghubungi kerabatnya serta kerabat korban.
Baca Juga: Sengkarut Bisnis Apartemen Malang City Point, Pengelola Dinyatakan Pailit
"Dan kerabatnya lalu datang ke TKP dan kaget akhirnya dibawa ke rumah sakit. Pelaku pun sempat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan," tutur dia.
Motif penganiayaan, lanjut Kompol Robi, karena terkait usaha tanaman anggrek yang dibina kedua pasangan itu sejak 1,5 tahun. Memang di rumah pasangan tersebut terdapat tanaman hias anggrek yang dijual secara daring dan luring.
"Iya cuma cekcok akibat usaha anggrek saja sementara itu dulu. Dan pembunuhan ini spontan tanpa direncakan. Karena cekcok langsung membunuh," tutur dia.
MAM dan FR sendiri adalah sepasang kekasih yang belum menikah.
"Tapi cuma tinggal serumah saat berbisnis saja," ujar Robi.
Atas perbuatannya, MAM pun diancam hukuman 15 tahun penjara karena disangkakan Pasal 338 Subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP terkait tindak pidana dugaan pembunuhan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Jemput Pelaku UMKM di Pelosok Rantau Prapat
-
Dapur Gizi RSSA Malang Hangus Terbakar, Pasien Mengungsi dan Pasokan Makanan Beralih Katering