SuaraMalang.id - Banjir di Kota Malang beberapa waktu lalu menyisakan Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah kota setempat. Sebab masih banyak warga yang tinggal di Daerah Aliran Sungai Brantas (DAS Brantas).
Di sisi lain, aliran sungai berpotensi meluap kapan saja di musim penghujan seperti sekarang ini. Ini menjadi sinyal bahaya bagi warga Kota Malang.
Oleh sebab itu, Wali Kota Sutiaji mengatakan untuk saat ini hal yang bisa dilakukan hanyalah memberi edukasi dan sarana peringatan bagi warga yang tinggal di DAS Brantas untuk bisa tetap waspada.
Salah satu caranya, yakni membuat kentongan di setiap wilayah DAS Brantas untuk memberi tanda kewaspadaan dan sebagai peringatan jika suatu saat air meluap akibat hujan deras.
Baca Juga: Polisi Bantu Urus Dokumen Kendaraan Warga Korban Banjir Malang yang Hanyut, Ini Caranya..
"Ya kita edukasi, karena pemindahan gak mungkin. Jadi sementara darurat ya pakai kentongan itu," ujar Sutiaji, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Selasa (9/11/2021).
Sebenarnya, Pemkot Malang melalui BPBD Kota Malang telah memiliki sistem Early Warning System (EWS). Akan tetapi, diakui Sutiaji, penempatan EWS tersebut berada di titik-titik banjir Kota Malang yang sering terjadi.
Ia pun belum berfikir jika seharusnya EWS tersebut juga ditempatkan di kawasan permukiman DAS Brantas.
"Artinya (EWS) dipasang di Sukun dan kampung-kampung lain (yang sering terjadi banjir). Waktu itu memang gak berfikir ke arah sini (kawasan permukiman di DAS Brantas)," ungkapnya.
Perlu diketahui, kejadian bencana banjir besar yang melanda di kawasan permukiman DAS Brantas ini sebelumnya pernah terjadi di tahun 2004.
Baca Juga: Rekomendasi Kafe di Malang, Tawarkan Suasana Unik dan Tak Terlupakan
Namun, saat ini diakui banyak pihak memang menjadi bencana terbesar, khususnya di Kota Malang hingga berdampak ke ratusan KK di Kota Malang. Khususnya di kawasan DAS Brantas seperti di Kampung Putih, Rampal Celaket, Kota Malang.
Berita Terkait
-
Liburan Anti Bosan di Malang Skyland: Panduan Lengkap Harga Tiket dan Aktivitas
-
BRI Tebar Kebaikan di Bulan Suci, Ribuan Sembako Disalurkan & Pemudik Dimudahkan
-
Demi Mengabdi, Mahasiswa Rantau AM UM Tak Pulang Kampung saat Lebaran!
-
6 Restoran di Malang untuk Halal bi Halal: Dari Nuansa Jawa Kuno Hingga Hidangan Internasional
-
Mau Mudik? Ini Daftar Harga Tiket Bus AKAP Jakarta-Malang Jelang Lebaran 2025
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan
-
Program BRI Menanam "Grow & Green Diwujudkan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno
-
Isi Rumah Warga Gondanglegi Malang Ludes, Pelaku Ternyata Orang Terdekat