Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Selasa, 09 November 2021 | 20:33 WIB
Warga di DAS Brantas Kota Malang [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

"Sebentar lagi ya harus ada penanaman secara masal. Penggundulan-penggundulan sejak di era 1989 kan ada. Banyak setelah itu terjadi banjir," katanya.

Saat ditanya soal bahaya permukiman di DAS Brantas, Sutiaji membeberkan bahwa pihaknya saat ini tengah mencari solusi yang tepat.

Terlebih, inisiasi Rusunawa di Kota Malang seperti di Rusunawa Buring Kota Malang, diakuinya hingga saat ini banyak yang tak terpakai.

Sebabnya, warga yang sudah terbiasa tinggal dipermukiman DAS Brantas atau di sempadan sungai, memilih untuk tetap tinggal dan tidak mau berpindah. "Kita punya rusun, tapi kadang-kadang ya gak terpakai," imbuhnya.

Baca Juga: Polisi Bantu Urus Dokumen Kendaraan Warga Korban Banjir Malang yang Hanyut, Ini Caranya..

Ia mengartikan bahwa bencana alam banjir yang berada di Kota Batu hingga berdampak ke Kota Malang ini, menjadi tanda agar masyarakat yang tinggal di sempadan sungai bisa sadar betapa bahayanya berada di lokasi tersebut.

"Ini saya kira semakin menyadarkan saudara-saudara kita yang berada di DAS Brantas bahwa ini bahaya. Namanya sungai besar itu, menurut para ahli, dari kisaran sekian tahun pasi ada banjir, salah satunya yang terjadi sekarang," tuturnya.

Oleh karena itu, ia pun kembali menginisiasi untuk membuat rusun yang nantinya tak jauh dari tempat tinggal masyarakat yang berada di sempadan sungai.

Akan tetapi, ranah tersebut pun memang dirasa masih cukup jauh dari realisasi. Hal itu dikarenakan memang membutuhkan biaya yang cukup besar dan harus direncanakan dengan matang agar fungsi tersebut bisa maksimal.

"Belum bicara ke arah sana (relokasi). Sudah ada rencana, tapi kita carikan relokasinya itu yang ada dan tidak jauh dari asalnya. Artinya ini akan membuat mereka semakin aman," bebernya.

Baca Juga: Rekomendasi Kafe di Malang, Tawarkan Suasana Unik dan Tak Terlupakan

Untuk perbaikan sementara, ia tak bisa berharap lebih. Sebab, untuk penggunaan APBD saat ini, hal itu dirasa tak mungkin. Oleh karena itu, pihaknya tengah mencari solusi-solusi lain guna meminimalisir dampak.

Load More